News

3 Kritik Anwar Abbas yang Jokowi Batal Baca Teks Pidato

3 Kritik Anwar Abbas yang Jokowi Batal Baca Teks Pidato

Wakil Ketua Umum Majelis Indonesia (MUI) Anwar Abbas menyampaikan kritik kepada pemerintah. Inti kritik Anwar Abbas adalah soal kesenjangan ekonomi makin terjal dan banyak masyarakat belum sejahtera. Kritik itu dia sampaikan di depan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat acara Pembukaan Kongres Ekonomi Umat Kedua MUI.

Karena kritik itu, Jokowi pun tidak jadi membacakan teks pidato yang telah disiapkan. Presiden Jokowi memilih langsung menanggapi kritik Anwar Abbas.

“Tadi saya disiapkan bahan sambutan begini banyaknya. Tetapi usai saya dengar tadi Dr Buya Anwar Abbas menyampaikan, saya tidak jadi juga pegang ini. Saya akan jawab apa yang telah disampaikan Dr Buya Anwar Abbas. Akan lebih baik menurut saya di dalam forum yang sangat baik ini,” kata Jokowi, seperti dalam siaran YouTube TVMUI pada Jumat (10/12/2021).

Berikut kritik Anwar Abbas yang membuat Presiden Jokowi batal bacakan teks pidato.

Belum Meratanya Kesejahteraan

“Saya rasa pemerintah kita telah sukses mensejahterakan rakyatnya, tetapi rakyat yang telah tersejahterakan dan disejahterakan pemerintah tersebut kebanyakan mereka yang jika kita kaitkan dengan dunia usaha, itu mereka yang ada di kelompok usaha besar, menengah dan usaha kecil,” ujar Anwar Abbas.

Lihat Juga: Didatangi Densus 88, Waketum MUI Anwar Abbas: Bingung Juga Saya..

“Sedangkan mereka yang berada di level usaha mikro dan ultra mikro, itu terlihat oleh kita belum banyak terjamah. Utamanya dunia perbankan. Jadi akibatnya kesenjangan sosial dan ekonomi di tengah rakyat kita terlihat makin terjal,” sambungnya.

Ketimpangan pada Bidang Pertanahan

Kritik Anwar Abbas juga menyinggung terkait ketimpangan sosial pada bidang pertanahan. Ia mengatakan hal ini adalah sebuah hal yang memprihatinkan.

“Hanya dalam bidang pertanahan, indeks begini kita sangat memprihatinkan itu 0,59. Artinya 1% penduduk menguasai 59% lahan yang ada di negeri ini. Sedangkan yang jumlahnya sekitar 99% itu cuma menguasai 41% lahan yang ada di negara ini,” tuturnya.

Banyak Pengusaha Belum Diperhatikan

Anwar Abbas mengatakan terkait data kelompok usaha di RI. Menurutnya masih banyak pengusaha yang belum mendapat perhatian.

“Padahal seperti kita tahu bersama, jumlah usaha besar Cuma 0,01% dengan jumlah pelaku usaha 5.550 dengan total aset di atas 10 miliar. Usaha menengah 0,09%  dengan jumlah pengusaha 60.702. Dengan total aset lebih dari Rp50 juta. Sehingga, dari data ini kita  tahu total mereka yang telah diperhatikan oleh pemerintah dan dunia perbankan itu ada sekira 1,32% atau kurang lebih kalau dari jumlah pelaku yakni 849.334 pelaku usaha,” kata Anwar.

“Sedangkan jumlah usaha mikro dan ultra mikro besarnya yaitu 98,68% dengan jumlah pelaku usaha, yakni sekira 63,3 juta. Di mana total asetnya sama atau di bawah 50 juta rupiah dan itu boleh dibilang tidak atau belum terurus oleh kita secara bersama-sama dengan baik. Bukan saja oleh pemerintah namun juga oleh kita,” sambung Anwar Abbas.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Copyright © 2022 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top