News

3 Poin Penting Pernyataan AHY Respons Moeldoko Jadi Ketum Versi KLB Sumut

3 Poin Penting Pernyataan AHY Respons Moeldoko Jadi Ketum Versi KLB Sumut

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menanggapi diselenggarakannya kongres luar biasa (KLB) di Sumatera Utara yang menetapkan Moeldoko sebagai Ketua Umum Partai Demokrat. Setidaknya ada tiga poin penting dari pernyataan AHY menyikapi ‘aksi kudeta’ tersebut.

Berikut tiga poin penting pernyataan AHY merespons terpilihnya Moeldoko sebagai Ketua Umum Partai Demokrat versi KLB Sumatera Utara:

1. KLB Abal-abal

AHY menyebut KLB yang diselenggarakan di Sumatera Utara itu tidak sah. Dia bahkan menyebut kegiatan itu didasari oleh niatan yang buruk dan diselenggarakan dengan cara yang buruk.

“Telah kita ketahui bersama bahwa baru saja, har ini dilakukan kongres luar biasa secara ilegal, secara inkonstitusional, mengatasnamakan Partai Demokrat di Sumatera Utara. Apa yang mereka lakukan tentu didasari oleh niat yang buruk, juga dilakukan dengan cara-cara yang buruk. KLB ini jelas tidak sah. Ada yang mengatakan bodong, ada yang mengatakan abal-abal. Yang jelas terminologinya ilegal dan inkonsitusional,” kata AHY, Jumat (5/3/2021).

AHY kemudian menyinggung soal aktor yang berbuat sewenang-wenang lantaran merasa memiliki kekuatan politik dan finansial. Menurutnya, sistem demokrasi Indonesia akan hancur gara-gara ‘kehadiran’ aktor semacam itu.

“Apa jadinya kalau ada aktor-aktor tertentu yang merasa memiliki kekuatan politik, kekuatan yang, lalu bisa berbuat semau-maunya, sewenag-wenang, mengambil alih partai politik yang sah dan berdaulat dengan cara-cara yang tidak legal tadi? Hancurlah demokrasi kita!” tegas dia.

2. Moeldoko Ketua Umum Abal-abal

AHY lantas menyoroti pernyataan terdahulu Moeldoko yang seolah tidak mengetahui adanya upaya ‘kudeta’ Partai Demokrat. Menurut dia, pernyataan terdahulu Moeldoko itu tidak sesuai dengan fakta yang terjadi pada hari ini.

“Tentu apa yang disampaikan KSP Moeldoko tadi, meruntuhkan semua pernyataan yang telah diucapkan sebelumnya. Yang katanya dia tidak tahu menahu, tidak ikut-ikutan, tidak terlibat, bahkan mengatakan semua ini adalah permasalahan internal Partai Demokrat. Faktanya, KSP Moeldoko bukan kader Demokrat. Jadi jelas bukan hanya permasalahan internal Demokrat,” ungkap AHY.

Putra Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu menyebut Moeldoko adalah Ketua Umum Partai Demokrat abal-abal. Sebab, dia ditetapkan melalui cara-cara yang ilegal.

“Jadi, saya mengatakan, bahwa apa yang dia sampaikan selama ini, tidak dipungkiri sendiri, melalui kesediaannya menjadi Ketua Umum Partai Demokrat abal-abal melalui versi KLB ilegal,” papar dia.

3. Permintaan AHY Kepada Jokowi

AHY meminta aparat pemerintah untuk mengambil sikap tegas terhadap apa yang dilakukan oleh Moeldoko. Dia menyebut Kepala KSP itu telah memecah belah partai yang dipimpinnya.

“Saya meminta negara dan aparat pemerintah untuk tidak melakukan pembiaran atas kegiatan ilegal yang dilakukan KSP Moeldoko untuk memecah belah Partai Demokrat,” tegas AHY.

AHY kemudian meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi)  dan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly tidak mengesahkan Moeldoko sebagai Ketum Partai Demokrat. Pasalnya penyelenggaraan KLB di Sumatera Utara itu, kata dia, merupakan tindakan melawan hukum.

“Untuk itu saya meminta dengan hormat kepada bapak Presiden Joko Widodo, khususnya Menteri Hukum dan HAM untuk tidak memberikan pengesahan dan legitimasi kepada KLB ilegal yang jelas-jelas melawan hukum tadi,” sambungya.

Tak lupa, AHY menyatakan bahwa dirinya adalah Ketua Umum Partai Demokrat yang sah. Dia berharap tidak ada dualisme kepemimpinan di dalam partai yang dipimpinnya itu.

“Saya Agus Harimurti Yudhoyono, AHY adalah Ketua Umum Partai Demokrat yang sah dan legitimate,” ungkap AHY.

Copyright © 2021 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top