News

4 Dampak Resesi di Inggris: Warga Kurangi Jatah Makan-Rela Jadi PSK Demi Penuhi Biaya Hidup

Dampak Resesi Inggris

Resesi di Inggris memaksa warganya untuk berhadapan dengan biaya hidup yang melambung, tertuma kenaikan tarif listrik dan energi lainnya, termasuk gas.

Resesi ini terjadi karena kenaikan harga energi yang semakin melonjak akibat perang Rusia dan Ukraina, kebijakan Inggris untuk keluar dari Uni Eropa alias Brexit serta inflasi yang terjadi setelah pandemi COVID-19. Berikut beberapa dampak resesi di Inggris yang dialami warga:

4 Dampak Resesi di Inggris

1. Kurangi Jatah Makan Demi Bayar Listrik

Jutaan orang di Inggris rela tidak makan demi membayar tagihan listrik akibat krisis energi yang menimpa negara itu. menurut The Guardian, Jumat (23/9/2022), berdasarkan laporan Money Advice Trust diperkirakan 20% orang dewasa di Inggris atau 10,9 juta orang menunggak tagihan listrik. Angka ini naik 45% sejak Maret lalu.

Selain itu, menurut survei Opinium, sebanyak 5,6 juta warga rela mengurangi jatah makan mereka akibat krisis di Inggris. Ini termasuk makan sekali sehari, melewatkan makan atau bahkan tidak makan sama sekali dalam beberapa hari.

Lihat Juga: Dunia Terancam Krisis Energi, Bagaimana Dengan RI?

2. Jual Barang Pribadi Demi Ringankan Biaya Hidup

Bukan saja mengurangi jatah makan, Opinium juga melaporkan akibat resesi di Inggris hampir 8 juta orang sampai harus menjual barang pribadi mereka demi menyambung hidup.

3. Siswa Tidak Mampu Beli Makan Siang

Resesi di Inggris juga berdampak pada para siswa sekolah. Beberapa kepala sekolah di negara itu melaporkan anak-anak  mengunyah karet atau bersembunyi di taman saat jam istirahat karena tidak mampu membeli makan siang. Seperti diberitakan The Guardian, seorang anak di sebuah sekolah di Lewisham bahkan kedapatan berpura-pura makan dari kotak bekal kosong lantaran tidak mendapat makanan gratis dari sekolah. Dia juga disebut berpura-pura makan sebab tidak ingin teman-temannya tahu kalau di rumahnya tak memiliki makanan.

“Kami mendengar kasus anak-anak yang sangat lapar dan kemudian memakan karet di sekolah. Anak-anak yang datang juga tak makan apapun sejak menerima makan siang pada sehari sebelum. Pemerintah harus melakukan sesuatu,” kata Naomi Duncan, Kepala EKsekutif Chefs in Schools.

“Ini sangat menyedihkan bagi koki kami. Mereka [para koki] secara aktif keluar dan menemukan anak-anak bersembunyi di taman bermain karena berpikir mereka bisa mendapatkan makanan, lalu kemudian (para koki) memberikan makanan ke anak-anak itu,” lanjutnya.

4. Banyak Wanita Rela Jadi PSK

Banyak wanita rela menjadi pekerja seks demi memenuhi kebutuhan hidup mereka di tengah krisis ini.

“Harga biaya hidup kini memaksa perempuan melakukan pekerjaan seks dengan berbagai cara, entah di jalan ataupun secara virtual,” kata Juru bicara organisasi English Collective of Prostitutes, Niki Adams, dikutip dari laman resmi lembaga tersebut.

“Apa yang kami lihat saat ini adalah orang-orang bekerja di sana karena putus asa.”

Lihat Juga: Sedang Jadi Kekhawatiran, Apa Itu Resesi Ekonomi dan Bagaimana Dampaknya?

Evening Standard juga mengatakan terdapat kenaikan jumlah permintaan bantuan dari English Collective of Prostitutes sebanyak sepertiga kali pada musim panas 2022 ini.

English Collective of Prostitutes adalah organisasi bawah tanah bagi PSK di Inggris. Organisasi tersebut mempunyai jaringan bantuan di berbagai kota Inggris yang bertujuan untuk memberikan pelajaran kepada pekerja seks komersial agar diri mereka tetap aman.

Adams mengatakan, bukan hanya membuat perempuan baru memilih bekerja sebagai PSK, resesi di Inggris ini juga mengakibatkan masyarakat yang sudah meninggalkan pekerjaan tersebut kembali lagi.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2022 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top