News

4 Fakta Pembunuhan Handi dan Salsa Oleh Oknum TNI

Fakta-fakta Kasus Pembunuhan Handi dan Salsa Oleh Oknum TNI

Tiga oknum personel TNI Angkatan Darat (AD) terlibat dalam peristiwa tewasnya Handi dan Salsa. Sebelum ditemukan meninggal dunia, Handi dan Salsa mengalami kecelakaan di Nagreg, Bandung.

Tiga anggota TNI yang terlibat perkara ini yaitu Kolonel P, Koptu DA dan Kopda A dan ketiganya masih aktif bertugas. Berikut beberapa fakta berdasarkan hasil penyelidikan polisi militer yang dijelaskan oleh Kepala Satuan Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman dan Komandan Pusat Polisi Militer (Puspom) AD Letjen TNI Chandra W Sukotjo.

Ditahan di Pomdam Jaya

Tiga personel TNI AD yang terlibat dalam kasus tersebut saat ini telah menjalani penahanan. Dudung menuturkan, ketiganya kini ditahan di Pomdam Jaya.

“Sekarang, mereka, oknum tersebut telah ditahan di Pomdam Jaya. Dialihkan dari satuan asalnya,” tutur Dudung kepada awak media di kediaman duka Handi, Limbangan, Garut, Senin (27/12/2021).

Letjen Chandra juga mengatakan saat ini kasus tersebut ditangani langsung pleh Puspom AD. Para penyidik masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap ketiganya.

“Ketiga tersangka kini dalam penahanan dan mulai kemarin telah dilakukan pemeriksaan hingga nanti akan disampaikan.”

“Jadi tadinya yang kasus tersebut ada di Pomdam III Siliwangi, Pomdam IV Diponegoro dan Pomdam XIII Merdeka, pada saat ini telah dipusatkan di Puspom Angkatan Darat,” kata Chandra.

Peran Ketiga Oknum TNI Saat Tabrakan dengan Handi dan Salsa

Letjen Chandra juga memaparkan posisi tiga oknum TNI AD itu saat insiden kecelakaan dengan Handi dan Salsa di Nagreg pada, Rabu (8/12/2021) lalu. Ia mengatakan, saat peristiwa tersebut, Koptu DA adalah sopir kendaraan itu.

“Secara umum, pada waktu kecelakaan lalu lintas tersebut terjadi, di TKP yang tak jauh dari sini, itu dikemudikan Koptu DA. Kolonel P dan Kopda A menumpang di kendaraan itu,” ungkapnya.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, lanjut Chandra, mobil Panther berwarna hitam yang terlihat tabrakan dengan Handi dan Salsa tersebut adalah kendaraan pribadi milik Kolonel P.

“Sesuai pemeriksaan awal, mobil tersebut milik Kolonel P. Mobil pribadi,” lanjutnya.

Lihat Juga: Kabur Dari Karantina, Ternyata Rachel Vennya Dibantu Oknum TNI

Sementara itu, terkait motif pelaku menghabisi Handi dan Salsa, Chandra menyampaikan saat ini masih ditelusuri. Chandra juga belum dapat mengungkapkan siapa otak dibalik peristiwa itu.

Namun, ia memastikan, pihaknya terus bekerja untuk mengungkap kasus tersebut secepatnya. Hasil pemeriksaan juga akan segera diungkap kepada publik.

“Tidak dapat saya ungkap di sini sebab tengah dalam proses penyidikan. Nanti akan disampaikan,” ucap Chandra.

“Jika terkait motivasi, ini tengah diungkap oleh penyidik. Tengah diungkap oleh penyidik,” imbuhnya.

Dijerat Pasal Berlapis

Tiga oknum personel TNI AD yang terlibat dalam peristiwa tersebut terancam penjara seumur hidup. Diketahui, mereka dijerat dengan pasal berlapis.

Letjen Chandra menuturkan, salah satu pasal yang dikenakan kepada tiga oknum TNI AD tersebut adalah pembunuhan berencana.

“Yang paling utama, yakni Pasal 340 KUHP Jo ke Pasal 338 dan berikutnya,” ujarnya.

Sedangkan KSAD Jenderal Dudung menyampaikan, pihaknya akan mematuhi hukum dan memastikan penanganan kasus ini akan dilakukan secara transparan.

“Kami akan terus mengawal proses hukumnya, sesuai ketentuan yang berlaku dengan tegas dan transparan. Untuk mendapatkan ketentuan hukum dan keadilan,” terang Dudung.

Dia juga mengatakan, sebagai kepala staf, dirinya akan bertanggung jawab atas perbuatan oknum anak buahnya itu.

“Selaku Pembina kekuatan TNI AD, akan bertanggung jawab,” tegasnya.

Pemecatan Menunggu Proses Peradilan

Selain dijatuhi pasal berlapis dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup, tiga oknum TNI yang terlibat dalam perkara tewasnya Handi dan Salsa ini juga terancam dipecat.

Soal itu, Jenderal Dudung menuturkan, pihaknya akan menanti hasil proses peradilan. Ia mengatakan, apabila pengadilan menyertakan hukuman tambahan yakni pemecatan, pihaknya akan melaksanakannya.

“Menyinggung soal pemecatan, bakal menyesuaikan.”

Lihat Juga: Viral Video Ceramah Habib Bahar bin Smith Singgung KSAD Jenderal Dudung

“Apa yang jadi putusan dari pengadilan militer, jika putusan pengadilan militer menyatakan disertai hukuman tambahan pemecatan, maka saya sebagai KSAD menyesuaikan dan akan mengurus administrasinya untuk menjalankan pemecatan,” jelas Dudung.

Dudung sendiri menilai, ketiganya layak dipecat atas perbuatan tersebut. Karena, tindakan yang dilakukannya itu dianggap tak manusiawi.

“Sebab memang, menurut saya ini memang layak. Sebab apa yang dilakukan telah di luar batas-batas kemanusiaan,” pungkas Dudung.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2022 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top