News

5 Fakta Tewasnya Anak Pengemudi Ojol Karena Makan Sate Beracun

5 Fakta Tewasnya Anak Pengemudi Ojol Karena Makan Sate Beracun

Polres Bantul berhasil memecahkan kasus sate beracun yang merenggut nyawa Naba Faiz Prasetya (10) warga Bantul, Minggu (25/4/2021). Tersangka merupakan seorang wanita pekerja salon bernama Nani Apriliani (25), warga Majalengka, Jawa Barat.

Dirreskrimum Polda DIY, Kombes Pol Burkan Rudi Satria menuturkan, pelaku dibekuk di daerah Piyungan pada hari Rabu (30/4/2021). Selanjutnya tersangka dibawa ke Polres Bantul. Berikut ini 5 fakta terkait sate beracun yang dirangkum dari berbagai sumber:

Ditangkap Usai Polisi Melakukan Penyelidikan 4 Hari

Pengirim takjil beracun adalah Nani Apriliani yang ditangkap di Kelurahan Potorono, Kapanewon Banguntapan, Kabupaten Bantul, Jumat (30/4/2021). Warga asal Dusun Sukaasih, Desa Buniwangi, Kecamatan Palasah, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat itu ditangkap usai polisi melakukan penyelidikan selama 4 hari terhadap kasus takjil maut.

“Kami berhasil menangkap NA pada Jumat (30/4/2021). Karyawan swasta dari Majalengka usai penyelidikan selama 4 hari,” tutur Kombes Burkan Rudy Satria Direskrimum Polda DIY saat konferensi pers di Mapolres Bantul, Senin (3/5/2021).

Polisi turut menyita barang bukti berupa 2 unit sepeda motor matic, kontak sepeda motor, helm berwarna merah, uang Rp 30.000, dan sepasang sandal. Saat ini tersangka masih ditahan di Polres Bantul.

Lihat Juga: Waspadai Racun Tersembunyi Dalam Makanan Dan Minuman Yang Kita Sukai

Mengirimkan Sate Beracun Karena Motif Dendam Dan Sakit Hati

Aksi Nani mengirimkan sate beracun dilatarbelakangi soal asmara. Nani Apriliani sakit hati dan dendam kepada oknum polisi di Polresta Yogyakarta berinisial T. Kombes Burkan Rudy Satriya menuturkan, pria yang dicintai tersangka, yakni T menikah dengan orang lain. Sementara tersangka dan pria tersebut pernah menjalin asmara meskipun pria itu telah beristri.

Tersangka Membeli Sianida Secara Online
Dari hasil pemeriksaan diketahui Nani Apriliani Nurjaman, telah merencanakan untuk meracuni T. Racun tersebut diusulkan oleh salah seorang temannya dengan tujuan agar pria yang jadi targetnya itu muntah dan diare.

Nani yang langsung menyetujuinya kemudian membeli racun. Ia lalu menaburkan racun kalium sianida atau KCn pada sate ayam yang akan dikirimkan ke rumah T. Berdasarkan penyelidikan, tersangka memesan racun tersebut secara online beberapa hari sebelum melakukan aksinya.

Lihat Juga: Ternyata Bahaya Sianida bisa Mengancam Siapa Saja

Sate Beracun Racikannya Salah Sasaran

Namun, sate berisi racun tersebut malah salah sasaran dan membuat anak seorang pengemudi ojek online (ojol) tewas. Anak bernama Naba Faiz Prasetya (10), asal Salakan, Bangunharjo, Sewon, Bantul, meninggal dunia pada Minggu (25/4/2021).

Kasus ini bermula saat Budiman, ayah korban istirahat di masjid yang berada di Jalan Gayam Yogyakarta. Tersangka meminta pengemudi ojol tersebut mengantarkan paket takjil ke daerah Kasihan, Bantul kepada T sekaligus menyertakan nomor telepon.

Selain itu, tersangka berpesan, jika T menanyakan soal pengirim paket, pengemudi ojol tersebut diminta untuk menjawab dari Hamid di Pakualam. Tersangka juga mengaku tak memiliki aplikasi, sehingga order ojek secara offline dengan membayar Rp 30.000.

Tetapi tiba di alamat yang dituju, T tidak berada di rumah dan sedang berada di luar kota. Sang istri menolak menerima paket takjil tersebut karena merasa tak mengenal sang pengirim. Ia kemudian memberikan paket takjil berisi sate beracun itu kepada Budiman.

Kemudian, Budiman membawanya pulang dan menyantapnya bersama keluarga saat buka puasa. Namun, baru makan beberapa potong, anak dan istrinya langsung muntah-muntah dan tak sadarkan diri. Mereka kemudian dilarikan ke rumah sakit. Namun putra Budiman, yaitu Naba tidak tertolong dan istrinya selamat.

Tersangka Pengirim Sate Beracun Terancam Hukuman Mati

Atas perbuatannya itu, Nani Apriliani dijerat Pasal 340 KUHP Tentang Pembunuhan Berencana subsider 338 KUHP tentang Pembunuhan sub Pasal 80 ayat 3 no Pasal 76c Undang Undang RI No 35 thn 2014 tentang perubahan Undang Undang 23 thn 2002 tentang Perlindungan Anak. Nani akan menghadapi ancaman hukuman mati atau kurungan seumur hidup.

Copyright © 2021 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top