News

5 Hal Tentang Pendeta Saifuddin Ibrahim yang Minta Menag Hapus 300 Ayat Alquran

5 Hal Tentang Pendeta Saifuddin Ibrahim yang Minta Menag Hapus 300 Ayat Alquran

Pendeta Saifuddin Ibrahim memicu kontroversi usai menyebut adanya ayat-ayat Alquran sebagai pemicu radikalisme. Dia bahkan meminta Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas untuk menghapus 300 ayat Alquran itu.

Pernyataannya itu pun memicu kemarahan dari sejumlah baik, baik para tokoh maupun masyarakat. Tidak sedikit yang mendesak agar Saifuddin diseret ke meja hijau berkat pernyataannya.

Berikut lima fakta terkait pernyataan Pendeta Saifuddin Ibrahim tersebut:

Pesantren Berpeluang Lahirkan Kaum Radikal

Saifuddin Ibrahim menyarankan agar Menag mengevaluasi kurikulum sekolah berbasis Islam hingga pesantren. Alasannya yakni untuk menghindari paham radikalisme. Bahkan, ia menyarankan untuk menghapus 300 ayat Alquran.

“Atur juga kurikulum yang ada di madrasah, hingga perguruan tingi. Karena sumber kekacuan itu dari kurikulum yang tidak benar. Bahkan kurikulum di Pesantren jangan takut dirombak pak,” ujarnya.

Lihat Juga: MUI: Kami Mengutuk Kegaduhan yang Diperbuat Jozeph Paul Zhang

“Karena pesantren itu bisa melahirkan kaum radikal. Seperti saya ini dulunya radikal. Saya pernah ngajar di Pesantren, jadi saya ngerti pak,” sambung Saifudidin.

Mantan Pendidik di Pesantren

Sebelum jadi pendeta, Saifuddin Ibrahim merupakan seorang pemeluk agama Islam yang taat. Ia juga pernah mengajar di pondok pesantren. Dirinya merupakan lulusan Universitas Muhammadiyah Surakarta, jurusan Perbandingan Agama, Fakultas Ushuluddin.

Setelah meraih gelar sarjana, Saifuddin pernah mengajar di Ponpes asuhan Syaikh AS Panji Gumilang, tepatnya di Ponpes Al-Zaytun, Haurgeulis, Indramayu (1999).

Pendeta Saifuddin Ibrahim Pernah Ditangkap karena Ujaran Kebencian

Lihat Juga: Polri Minta Interpol Segera Terbitkan Red Notice Setelah Jozeph Paul Zhang Alias Shindy Paul Soerjomoelyono Jadi DPO

Saifuddin Ibrahim pernah terlibat kasus hukum. Pada 2017 lalu, ia ditangkap terkait kasus ujaran kebencian. Kemudian, tahun 2018 pendeta ini kembali berurusan dengan hukum karena kasus penghinaan pada Nabi Muhammad.

Mahfud MD Minta Polisi Selidiki

Mengkopolhukam Mahfud MD memerintahkan Polri menyelidiki tayangan video Saifuddin Ibrahim yang memintah Menag Yaqut untuk menghapus 300 ayat Alquran karena menyebabkan kegaduhan.

Menurut Mahfud, pernyataan Saifuddin dalam tayangan video tersebut meresahkan dan berpotensi memecah belah umat. Dia juga mengatakan hal tersebut sebagai penistaan agama.

“Itu bikin gaduh dan bikin banyak orang marah. Oleh sebab itu, saya minta kepolisian segera menyelidiki itu, dan kalau bisa segera ditutup akunnya karena kabarnya belum ditutup sampai sekarang,” ujar Mahfud kepada media seperti disiarkan di saluran YouTube Kemenko Polhukam, Rabu (27/3/2022).

Video Pendeta Saifuddin Ibrahim Bakal Diusut Polri

Polri akan menyelidiki pernyataan Pendeta Saifuddin yang meminta Menag Yaqut menghaput 300 ayat Alquran. Nantinya, Saifuddin akan diperiksa oleh Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri terkait video yang beredar itu.

“Polri khususnya Dit Siber Bareskrim akan mendalam isi konten video tersebut,” ungkap Kepala Divisi Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo kepada awak media, Rabu (16/3/2022).

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2022 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top