News

7 Fakta Kebrutalan Teroris KKB Kepada Nakes Di Pegunungan Bintang

7 Fakta Kebrutalan Teroris KKB Kepada Nakes Di Pegunungan Bintang

Nakes di Papua menjadi korban kebrutalan KKB pada Senin (13/9/2021) sekitar pukul 09.30 WIB. Hal tersebut berawal dari penyerangan TNI-Polri hingga pembakaran sejumlah fasilitas umum, seperti puskesmas dan SD di Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua.

Selain Puskesmas Kiwirok, teroris KKB pimpinan Lambek Takblo juga membakar SD inpres, rumah guru, rumah dokter, barak tenaga kesehatan, kantor kas Bank Papua Kiwirok hingga pasar. Berikut fakta-fakta soal nakes di Papua.

5 Nakes Terluka, 1 Mantri Hilang

Kasatgas Humas Nemangkawi Kombes Ahmad Musthofa Kamal menuturkan ada 5 nakes yang dilaporkan luka-luka. Sementara itu, seorang mantri belum ditemukan.

“Seorang mantra kesehatan dilaporkan hilang hingga sekarang ini,” kata Ahmad Musthofa Kamal kepada awak media, Selasa (14/9/2021).

Diketahui 5 nakes tersebut sempat dilaporkan hilang, namun kemudian ditemukan dalam keadaan terluka. Para korban saat ini telah mendapat perawatan, sementara mantri yang hilang tersebut masih dalam pencarian.

3 Nakes Lainnya Hilang

Selain nakes yang luka-luka, 3 nakes lainnya masih belum ditemukan. Mereka diduga melarikan diri ketika teroris KKB membakar rumah dinas dan Puskesmas Kiwirok.

“Betul ada laporan dari Satgas Pengamanan Perbatasan Yonif 403/WP yang sekarang bertugas di Kiwirok. 3 nakes belum ditemukan keberadaannya,” ujar Dandrem 172/PWY Brigjen TNI Izak Pangemanan di Jayapura, Selasa (14/9/2021).

Dari 11 nakes yang bertugas, 8 orang berhasil diamankan, dengan 3 nakes mengalami luka-luka di beberapa bagian tubuh.

2 Dari 3 Nakes Yang Hilang Ditemukan

2 dari 3 nakes di Papua berhasil ditemukan pada Rabu (15/9/2021). Sayangnya, seorang nakes bernama Gabriela Mai Lani ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di dalam jurang.

“Gabriela Meilan ditemukan dalam keadaan meninggal. Sementara temannya ditemukan selaman dengan luka tusuk serta memar di seluruh tubuh,” kata Kapolres Pegunungan Bintang AKBP Cahyo Sukarnita, Kamis (15/9/2021).

Karena terjalnya medan dan cuaca buruk, evakuasi jenazah Gabriela direncanakan dievakuasi pada hari berikutnya.

9 Nakes Di Papua Dievakuasi Menuju Jayapura

9 Nakes dan seorang anggota TNI yang jadi korban penyerangan KKB dievakuasi ke Jayapura. Ketika melakukan evakuasi, heli TNI sempat diserang dengan cara ditembaki oleh teroris KKB.

“Terdapat gangguan berupa tembakan dari KKB ketika heli mengevakuasi korban,” kata Dandrem 172/PWY Brigjen Izak Pangemanan, Jumat (17/9/2021).

Para korban langsung dilarikan ke RS Mathen Indey, Jayapura, mereka mengalami luka sayatan, patah tulang karena hantaman keras hingga luka tusukan.

Evakuasi Jenazah Korban Masih Dalam Proses

Evakuasi jenazah korban bernama Gabriella masih terus dilakukan. Sementara, sekitar 40 orang yang terdiri dari guru, tenaga kesehatan dan buruh bangunan akan dievakuasi menuju Jayapura.

“Khusus jenazah Gabriella sekarang masih dievakuasi dari jurang sedalam 300-400 meter dengan kecuraman 90 derajat. Akibat sulitnya medan, jadi evakuasi menggunakan perjalanan khusus,” terangnya.

Dokter Geral Sukoi Masih Hilang

Seorang nakes lainnya yang hingga kini blum diketahui keberadaannya adalah dokter Geral Sukoi.

“Yang 2 orang telah ditemukan, satu masih hidup dan satu telah meninggal. Satu lagi belum ditemukan,” ungkap Brigjen Izak, Jumat (17/9/2021).

“Kita harap dia masih hidup dan dapat kembali ke markas TNI terdekat,” lanjutnya.

Nakes Wanita Dilecehkan-Ditendang Ke Jurang Oleh KKB

Teroris KKB disebut melecehkan hingga menendang nakes wanita sampai tewas. Hal tersebut diungkapkan oleh seorang nakes di Papua yang selamat dari peristiwa tersebut. Ketika penembakan terjadi pada Senin (13/9/2021), para nakes tetap berada di puskesmas.

Ketika itu para nakes diminta tetap bersiaga untuk memberikan perawatan kepada para korban yang terluka akibat penyerangan tersebut. Sayangnya, pernyataan KKB untuk memastikan keselamatan nakes hanya kebohongan. Mereka memecahkan kaca hingga membakar puskesmas. Selain itu, mereka juga memasuki barak dan meyerang para petugas kesehatan. Para nakes pun lari menyelamatkan diri bahkan ada juga yang sampai ditendang ke jurang.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top