News

Ada China, AS Angkut Rudal dan Militer dari Arab?

Ada China, AS Angkut Rudal & Militer dari Arab?

Amerika Serikat (AS) menarik keluar empat sistem rudal Patriot dari Arab Saudi. AS juga menarik 300 tentaranya, sebagaimana dilaporkan AFP, mengutip pejabat Kementerian Pertahanan AS, Kamis (7/5/2020).

Setidaknya dua skuadron pesawat tempur AS juga meninggalkan kawasan tersebut. Kini, AS mempertimbangkan pengurangan tentara Angkatan Laut di Teluk.

Langkah AS ini ditulis Wall Street Journal bukan tanpa alasan. Ketegangan antara paramiliter yang dituding AS didukung Iran dengan Saudi, diyakini, sudah menurun.

Sebelumnya, AS mengirimkan tentara untuk mengamankan serangan dari musuh Saudi. Pada 2019 lalu misalnya, fasilitas minyak Saudi Aramco sempat diserang rudal milik pemberontak Houthi di Yaman.

“Sekarang (waktunya) pergi,” kata narasumber anonim tersebut.

“Ini didasarkan pada penilaian oleh beberapa pejabat bahwa Tehran tidak lagi menjadi ancaman langsung bagi kepentingan strategis Amerika.”

Meski sebagian pejabat mengkhawatirkan pengurangan bisa meningkatkan pengaruh Iran, kampanye “tekanan maksimum” pemerintah Trump dianggap bisa meminimalkan hal itu.

Dalam laporan yang sama, ada dugaan penarikan ini terkait perkembangan ketegangan AS dengan China. Pentagon kabarnya meyakini aset itu harus dipindahkan ke Asia, seiring meluasnya peran China.

Hubungan antara AS dan Arab Saudi tegang beberapa pekan terakhir. Karena jatuhnya harga minyak akibat ketegangan Saudi dan Rusia soal pemangkasan pasokan minyak di tengah pandemi COVID-19.

Ini sempat membuat Trump mengancam Pangeran Saudi Mohamed bin Salman. Dalam laporan Reuters, Trump mengatakan tak akan menghentikan anggota parlemen AS meloloskan UU soal penarikan pasukan negeri itu dari kerajaan.

Namun hal itu mungkin tak akan terjadi. Terutama jika Arab Saudi dan negara pengekspor minyak OPEC memangkas produksi.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2021 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top