News

Ada Demo Mahasiswa-Buruh, Polisi Jaga Di Patung Kuda Ber-APD Lengkap

Ada Demo Mahasiswa-Buruh, Polisi Jaga Di Patung Kuda Ber-APD Lengkap

Saat ini Sebagian peserta demonstrasi mulai bergerak menuju kearah Istana Merdeka dari Jalan Medan Merdeka Selatan. Mereka berkumpul di kawasan depan Balai Kota DKI Jakarta. Terlihat, massa berkumpul sekitar 200-300 meter di depan Balai Kota DKI untuk menunggu peserta aksi lainnya yang akan bergabung. Demo mahasiswa-buruh ini dikawal mobil komando dan dijaga oleh petugas yang berbaris di depan massa.

Elemen buruh dan mahasiswa dari BEM UI (Universitas Indonesia) menggelar aksi unjuk rasa pada hari ini, Kamis (28/10/2021). Setidaknya seribu orang peserta aksi dari buruh dan 200 orang dari BEM SI akan turun dalam demonstrasi dalam rangka peringatan Hari Sumpah Pemuda.

“Sekitar seribu dari Gebrak (Gerakan Buruh Bersama Rakyat). Kita berkoordinasi bersama mahasiswa. Ada sekitar dua ratus itu dari BEM SI,” ujar Nining Elitos, Ketua Umum Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (Kasbi), mengutip dari detikcom, Kamis (28/10/2021).

Polisi Berjaga Pakai APD Lengkap

Petugas yang menjaga demo mahasiswa-buruh di kawasan Patung Kuda Arjuna Wiwaha dengan mengenakan baju hazmat atau APD. Para petugas tersebut berjaga di depan para peserta demo.

Alat pelindung diri atau baju hazmat tersebut terlihat mencolok di antara penjagaan TNI maupun Polisi di lokasi. Diketahui, saat ini Indonesia masih belum lepas dari pandemi COVID-19 dan Jakarta sendiri berada di wilayah PPKM Level 2.

Petugas juga telah memasang kawat berduri di Jalan Medan Merdeka Barat untuk mencegah massa menuju depan Istana Merdeka. Masa demo mahasiswa-buruh pun juga telah berdatangan ke lokasi.

“Evaluasi untuk negara belum tuntas. Masih banyak hal-hal yang harus disampaikan. Momentum 2 tahun Jokowi-Ma’ruf harus dipakai untuk memberikan evaluasi kepada kinerja Kabinet Indonesia Maju,” tulis BEM UI melalui akun Instagram, seperti dilihat, Kamis (28/10/2021).

Lihat Juga: BEM UI: Jokowi ‘King of Lip Service’

Nining menuturkan terdapat beberapa tuntutan yang diusung dalam aksi tersebut, yaitu:

  1. Tuntutan mencabut Undang Undang No 11 Tahun 2019 terkait Cipta Kerja beserta aturan turunannya.
  2. Mendesak penghentikan PHK (pemutusan hubungan kerja), setop kriminalisasi, penangkapan aktivis, menjamin persamaan hak, perlindungan bagi pekerja rumah tangga dan buruh migran.
  3. Jaminan perlindungan terhadap buruh, pengusutan korupsi BPJS Ketenagakerjaan, pengembalian 58 orang pegawai KPK, menghentikan pembungkaman dan represifitas bagi gerakan rakyat.
  4. Menghentikan kekerasan terhadap perempuan.
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top