News

AHY Minta Anak Muda Tak Diberi Karpet Merah, PSI Bersuara

AHY Minta Anak Muda Tak Diberi Karpet Merah, PSI Bersuara

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dalam pidato politiknya, berbicara soak karpet merah yang dijuruskan pada anak muda. Politikus muda PSI Tsmara Amany bersuara menanggapi pernyataan itu.

AHY mulanya menjelaskan karakter umum yang dimiliki anak muda. Dia menyebut anak muda memiliki karakter kuat perihal pikir dan perbuatan serta berani dalam melakukan perubahan.

“Yang dibutuhkan oleh generasi muda adalah kesempatan. Kesempatan untuk membuktikan bahwa muda adalah kekuatan. Kekuatan dalam pemikiran dan perbuatan. Muda adalah keberanian untuk melakukan perubahan, juga lompatan,” kata AHY, Senin (23/8/2021).

Lebih lanjut, AHY juga menyebut karakter umum anak muda di antaranya adaptif, kerja keras, berani keluar dari zona nyaman, siap menjawab tantangan zaman, pantang menyerah dan tidak takut gagal. Anak muda, tegas dia, menjadikan kegagalan sebagai pembangkit untuk menjadi pemenang.

Barulah setelah itu, pimpinan Partai Demokrat ini menyinggung soal karpet merah yang sebaiknya tidak diberikan kepada anak muda.

“Anak muda tidak boleh dimanja, apalagi disiapkan karpet merah. Namun, jangan pula biarkan mereka tumbuh dan berimajinasi tanpa arah,” sambung dia.

AHY mengatakan anak muda perlu mendapatkan tuntutan dan tempaan agar siap menjadi pemimpin-pemimpin berkualitas dan menjadi motor penggerak kemajuan bangsa. Dia meminta semua pihak tidak mematikan langkah anak muda sehingga tidak menjadi generasi yang berdaya.

“(Anak muda) bukan dilecehkan, dibungkam, apalagi dimatikan jalannya. Generasi muda justru harus dituntun sekaligus ditempa dan dipersiapkan untuk menjadi pemimpin-pemimpin hebat, menjadi game changer, history maker, menjadi motor penggerak kemajuan bangsa di masa depan,” ungkapnya.

PSI Bersuara

Politikus muda PSI Tsamara Amany menyinggung soal privilege atau keistimewaan seseorang dalam menanggapi pernyataan AHY yang meminta anak muda tidak diberi karpet merah. Tsamara menilai orang yang memiliki privilege semestinya mengakui hal itu.

“Sudah waktunya orang yang punya privilege mengakui kalau mereka itu punya privilege. Dibanding mengelak dan bicara ada-ada. Normalize admitting your privilege,” kata Tsamara, Selasa (24/8/2021).

Tsamara menyebut tidak sedikit anak muda yang tidak mengetahui apa itu karpet merah. Sebab, lanjut dia, mereka harus ‘berjuang’ sedari kecil.

“Banyak anak muda gak tau apa itu karpet merah karena sejak kecil harus sekolah sambil part-time bantu ortu (orang tua) kerja,” sambungnya.

AHY Bicara Buzzer Tebar Fitnah

Masih merujuk pada pernyataan AHY dalam pidato politiknya. Selain anak muda, AHY juga berbicara soal politik fitnah yang ‘menghiasai’ kehidupan demokrasi saat ini. AHY menyayangkan banyaknya hoaks, ujaran kebencian dan hal-hal buruk lainnya yang justru diorkestrasi secara membabi buta.

“Post-truth politics. Politik fitnah dan saling ‘membunuh karakter’  memang bukan hal yang baru. tapi di era yang semakin digital ini, post-truth politics sangat mudah untuk diorkestrasi secara membai buta. Hoax, black campaign, hate speech dan berbagai format disinformasi lainnya seolah menjadi norma baru dalam kehidupan demokrasi kita,” papar AHY.

Ketua Umum Partai Demokrat itu kemudian berbicara soal pasukan buzzer yang (disebutnya) sebagai profesi baru. Dia menyayangkan keberadaan pasukan buzzer yang kerjanya menebar fitnah dan kebohongan terhadap kelompok yang berbeda.

“Kecanggihan teknologi informasi dan komunikasi, juga penetrasi media sosial yang semakin luas, seharusnya diikuti dengan kesadaran kita untuk menggunakannya secara lebih hati-hati dan bertanggung jawab. Kenyataannya justru sekarang ada profesi baru, yakni pasukan buzzer yang pekerjaannya memprouksi dan menyebarkan fitnah serta kebohongan, termasuk menghabisi karakter seseorang atau suatu kelompok yang dianggap berbeda sikap dan pandangan dalam situasi seperti ini,” tegas AHY dalam pidato politiknya.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top