News

Airlangga Hartanto Bakal Jadi Capres, Ini Kata Pengamat

Airlangga Hartanto Bakal Jadi Capres, Ini Kata Pengamat

Ketua Umum Golkar Airlangga hartanto digadang-gadang akan menjadi calon presiden (capres) 2024. Hal ini sebagaimana disebutkan Ketua DPP Golkar Firman Soebagyo yang menyebut Airlangga akan menjadi capres tidak bisa ditawar lagi. Di sisi lain, Ketua DPP Golkar lainnya Ace Hasan Syadzily juga menyebut muncul desakan dari internal partai untuk Airlangga maju menjadi capres 2024.

“Sebetulnya, apa yang disampaikan pak Firman Soebagyo itu merupakan hasil dari Munas Partai Golkar 2019. Agar Partai Golkar mengusung kader terbaiknya menjadi calon presiden pada Pilpres 2024. Desakan dan aspirasi untuk menjadikan pak Ketum Airlangga Hartanto itu pun disampaikan dalam rakernas dan rapimnas 2021 yang lalu,” kata Ace, Minggu (6/6/2021).

Ace memastikan Airlangga akan mendeklarasikan terkait pencapresan pada waktu yang tepat. Namun saat ini bagi Airlangga, lanjut dia, belum tepat untuk menyampaikan hal itu ke publik.

“Pak Airlangga juga menyampaikan bahwa pada saatnya akan mendeklarasikan soal capres Partai Golkar pada waktu yang tepat. Pak Ketum yang juga sebagai Menko Perekonomian menyampaikan saat ini belum tepat membahas pencapresan beliau,” terangnya.

Ace mengatakan saat ini Airlangga selaku Menko Perekonomian memilih untuk fokus menangani pandemi Covid-19 berikut dampaknya. Airlangga, lanjut dia, juga memerintahkan seluruh kader Partai Golkar untuk turut membantu pemerintah dalam menangani Covid-19.

“Beliau lebih memilih untuk fokus pada penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional. Ketua Umum Airlangga memerintahkan kepada seluruh kader Partai Golkar juga untuk membantu pemerintah menangani Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional,” imbuh Ace.

Pengamat Beberkan Risiko Airlangga Hartanto Jika Nyapres

Pengamat politik Ahmad Khoirul Umam membeberkan sejumlah risiko jika Airlangga Hartanto maju sebagai capres 2024. Umam menyebut berhasil dan gagalnya Airlangga dalam bursa Pilpres 2024 akan berdampak pada elektabilitas partai yang dikomandoinya.

“Langkah Golkar untuk mengajukan Airlangga itu tentu bukan tanpa risiko. Setidaknya ada dua risiko. Pertama, sukses atau gagalnya Airlangga masuk bursa capres-cawapres akan berdampak pada elektabilitas Golkar di 2024,” kata Umam, Minggu (6/6/2021).

Direktur Eksekutif Institute for Democracy & Strategic Affairs itu kemudian menyebutkan risiko yang kedua jika elektabilitas Golkar turun sebagai buntut pencapresan Airlangga hartanto. Dia menyebut akan ada kekuatan internal partai yang menantang Airlangga selaku pimpinan di kemudian hari.

“Kedua, jika sampai elektabilitas Golkar turun sebagai dampak dari kegagalan tersebut, maka besar kemungkinan akan muncul konsolidasi kekuatan internal Golkar untuk menantang kepemimpinan Airlangga di Golkar di masa mendatang,” paparnya.

Menurut Umam, bukan tanpa alasan Golkar ‘mendesak’ Airlangga maju sebagai capres 2024. Dia menilai hal itu merupakan cara politik untuk mendongkrak elektabilitas Golkar yang diprediksi akan mengalami kemerosotan.

“Di saat yang sama, Golkar yang dalam sejumlah survei diprediksi mengalami pelemahan elektabilitas, berusaha menciptakan coat tail effect (efek ekor jas) dengan mencalonkan ketumnya sebagai capres. Sehingga ‘Airlangga sebagai capres adalah harga mati’ bisa dimaknai sebagai ikhtiar politik Golkar untuk menciptakan dan memperluas basis pemilih loyalnya,” imbuhnya.

Namun, kata Umam, elektabilitas Airlangga Hartanto saat ini tidak memuaskan. Pengamat politik itu menyebut jabatan sebagai Menteri Koordinator tidak cukup mengudarakan Airlangga untuk meraih elektabilitas yang tinggi.

“Namun sayangnya, popularitas, ketersukaan dan elektabilitas Airlanngga masih cukup rendah. Nama Airlangga bahkan tidak pernah masuk radar lima besar capres tertinggi versi berbagai (lembaga) survei yang kredibel. Artinya, posisi tinggi sebagai Menteri Koordinatori ternyata belum cukup bisa mendongkrak elektabilitasnya sebagai kandidat capres,” jelas Umam.

To Top