News

Akhiri Kekacauan Politik Di Putrajaya, Ismail Sabri Yaakob Dilantik Sebagai PM Malaysia

Ismail Sabri Yaakob Dilantik Sebagai PM Malaysia

Ismail Sabri Yaakob resmi dilantik sebagai PM (Perdana Menteri) Malaysia pada hari ini, Sabtu (21/8/2021). Pelantikan tersebut menjadi akhir setelah hampir sepekan Putrajaya dilanda kekacauan politik. Perdana Menteri Malaysia ke-9 itu menggantikan Ketua Partai Perikatan Nasional (PN) Muhyiddin Yassin.

Sebelumnya, pada Senin (16/8/2021) Muhyiddin Yassin menyatakan mengundurkan diri sebab kehilangan suara mayoritas di parlemen. Ismail Sabri sendiri adalah mantan Wakil Perdana Menteri pada era Muhyiddin.

Mengutip (CNA) Channel News Asia, Sabtu (21/8/2021), politikus 62 tahun asal UMNO (Organisasi Nasional Melayu Bersatu) tersebut mengambil sumpah jabatan di Istana Nasional dan disaksikan langsung oleh Raja Al-Sultan Abdullah Ri’ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah.

Lihat Juga: Persyaratan Visa Pensiun Di Malaysia

Pelantikan tersebut diadakan satu hari setelah Raja mengumumkan pengangkatan. Melansir dari CNA, Raja mengatakan bahwa pemerintah harus secepatnya meneruskan upaya untuk menanggulangi pandemi COVID-19. Acara tersebut juga turut dihadiri oleh Perdana Menteri Malaysia sebelumnya Najib Razak, mantan Perdana Menteri Muhyiddin Yassin dan Presiden UMNO Ahmad Zahid Hamidi.

Ismail Sabri Yaakob memperoleh suara mayoritas di parlemen dengan 114 anggota memilihnya sebagai Perdana Menteri selanjutnya. Seperti diketahui, beberapa anggota UMNO yang duduk di kursi parlemen, sebelumnya telah menarik dukungannya untuk Muhyiddin.

Padahal Pemerintahan PN baru saja tersebut sekitar 18 bulan lalu, yaitu pada bulan Maret 2020 usai perebutan kekuasaan yang mengakibatkan pemerintahan Pakatan Harapan runtuh. Kemudian pada Selasa (17/8/2021), sebanyak 220 anggota parlemen diminta untuk memberikan pernyataan resmi ke istana terkait calon perdana menteri pilihan mereka. Sebanyak 114 anggota memberikan suara kepada Ismail Sabri Yaakob, yang membuatnya mendapat dukungan mayoritas.

Lihat Juga: Staf Diplomatik Korea Utara Diminta Segera Tinggalkan Malaysia

Dalam audiensi bersama para pemimpin dari partai politik besar pada hari Rabu, Raja memutuskan bahwa seluruhnya harus bekerja dalam sebuah tim. Raja meminta perdana menteri baru harus mendapat kepercayaan parlemen secepatnya. Selain itu, Raja juga menilai bahwa pemilihan umum bukanlah sebuah pilihan terbaik untuk saat ini.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top