News

Alasan Luhut Jadi Panglima Perang PPKM Darurat

Alasan Luhut Jadi Panglima Perang PPKM Darurat

Hari ini (3/7/2021), Perberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali mulai diterapkan. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dipercaya Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai komando PPKM Darurat.

Lantas, apa yang membuat Jokowi menunjuk Luhut sebagai ‘ketua’ PPKM Darurat?

Juru bicara Presiden Jokowi, Fadjroel Rachman menyebut Luhut seperti panglima perang untuk melawan Covid-19. Dia membeberkan alasan di balik penunjukkan Luhut sebagai komando PPKM Darurat.

“Beliau (Luhut) ini semacam panglima perang melawan Covid-19 di pulau Jawa dan Bali. Beliau juga kan sebenarnya memiliki pangkat jenderal juga kan ya, jenderal purnawirawan. Jadi pas (jika) menjadi panglima perang melawan Covid-19 di pulau Jawa dan Bali,” kata Fadjroel, Jumat (2/7/2021).

Fadjroel mengatakan tugas untuk Luhut tidaklah gampang. Di sisi lain, dia juga mengungkapkan alasan Jokowi menerapkan PPKM Darurat Jawa-Bali.

“Presiden mengatakan kenapa tindakan ini (PPKM Darurat) harus diambil. Karena Presiden menjalankan tugas konstitusional kan di dalam Mukadimah UUD 1945 untuk kenapa negara didirikan, melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia,” terangnya.

PPKM Darurat Bakal Berjalan Maksimal?

Di sisi lain, Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pihaknya telah menyusun aturan PPKM Darurat Jawa-Bali dengan menggandeng sejumlah pihak, seperti epidemioloh dan dokter. Dia menegaskan apa yang tersusun dalam aturan PPKM Darurat telah digodok dengan matang dan maksimal.

“Presiden sudah perintahkan kami untuk menyusun (aturan PPKM Darurat). Dan, selama empat hari kami susun dengan mendengar semua pandangan, baik dari epidemiologi, baik dari asosiasi profesi kedokteran dari macam-macam semua sudah kita dengar. Proses pengambilan keputusan kita lakukan secara cermat, berangkat juga dari pelajaran kita selama 1,5 tahun dan juga pengalaman dari negara lain,” ucap Luhut.

“Sehingga saya pikir apa yang sudah kami siapkan ini, saya kira persiapan hal yang paling maksimal. Dan, sudah kami laporkan ke Presiden dan Presiden juga setuju dengan langkah ini. Presiden perintahkan supaya kita semua melakukan dengan tegas dan terukur,” sambungnya.

Luhut Ingatkan Masyarakat Pentingnya Vaksin

Lebih lanjut, Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan juga mengingatkan masyarakat untuk mengikuti vaksinasi. Dengan kata lain, Luhut berharap masyarakat tidak menolak kesempatan vaksinasi.

Dia menegaskan mengikuti vaksinasi adalah wujud dari ikhtiar untuk melindungi diri dan orang di sekitar dari paparan Covid-19.

“Saya tak henti-hentinya mengingatkan kepada seluruh rakyat Indonesia untuk bersedia divaksin. Karena vaksin adalah ikhtiar Anda untuk melindungi orang-orang yang kita sayangi dari gejala berat yang terjadi jika terpapar Covid-19,” ungkap Luhut.

Luhut berharap target vaksinasi 70 persen se-Jawa dan Bali betul-betul tercapai. Dia menegaskan stok vaksin di Indonesia saat ini sudah mencukupi.

“Karenanya, saya tekankan kepada seluruh sentra vaksinasi untuk memaksimalkan jumlah suntikan vaksin di setiap titik, khususnya di Jakarta agar bisa tercapai 200 ribu suntikan per hari. Kepada seluruh sentra vaksinasi, saya minta agar mengoptimalisasi sistem supaya semakin bisa menerima banyak masyarakat yang akan divaksin,” terangnya.

Menko Marves itu kemudian berterima kasih kepada semua dokter dan tenaga kesehatan serta anggota TNI/Polri serta relawan vaksinasi di seluruh daerah di Indonesia karena turut serta menyukseskan program vaksinasi. Dia menyebut pemerintah ‘berutang jasa’ kepada mereka.

“Saya kira, pemerintah punya utang jasa yang tak terhingga kepada mereka semua, garda terdepan ini melawan pandemi,” imbuh Luhut.

To Top