News

Alhamdulillah! Indonesia Lolos Sanksi FIFA, Jokowi: Ini 5 Poin Kolaborasi dengan FIFA

Lolos Sanksi FIFA

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan Indonesia lolos sanksi FIFA atas tragedi Kanjuruhan di Malang, Jawa Timur.

Ini kabar yang perlu disyukuri sekaligus jadi tantangan. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan Indonesia lolos sanksi FIFA (Federasi Sepak Bola Internasional) atas tragedi Kanjuruhan di Malang, Jawa Timur.

“Berdasarkan surat (surat dari FIFA) tersebut, Alhamdulillah, sepak bola Indonesia lolos sanksi FIFA. Kita tidak dikenai sanksi tapi tetap harus evaluasi,” kata Presiden Jokowi dalam keterangan pers daring yang dipantau di Jakarta, Jumat malam.

Presiden Jokowi mengatakan bahwa surat tersebut adalah tindak lanjut dari komunikasi melalui telepon antara dirinya dan Presiden FIFA Gianni Infantino pada hari Senin (3/10).

“Berdasarkan surat tersebut, alhamdulilah sepakbola Indonesia lolos sanksi FIFA,” ungkap Jokowi. Malah, Jokowi mengungkap bawa FIFA dan Indonesia akan berkolaborasi dalam pengembangan sepakbola di Indonesia.

“FIFA bersama-sama dengan pemerintah akan membentuk tim transformasi sepakbola Indonesia,” ujarnya. 

Dan selama proses tersebut berjalan, FIFA juga akan berkantor di Indonesia. Selain itu, juga dilakukan langkah kolaborasi antara FIFA, AFC dan pemerintah Indonesia. 

  1. Membangun standar keamanan stadion-stadion di Indonesia. 
  2. Memformulasikan standar protokol dan prosedur pengamanan yang dilakukan kepolisian dalam pertandingan sepakbola.
  3. Sosialisasi dan diskusi dengan klub sepakbola Indonesia, termasuk perwakilan suporter.
  4. Pengaturan jadwal pertandingan yang memperhitungkan potensi risiko yang ada. 
  5. Berdampingan dari para ahli di bidangnya

Ketua Tim Investigasi Komdis PSSI, Ahmad Riyadh, mengungkapkan bahwa atas terjadinya situasi ini seharusnya bukan sepak bola yang dikorbankan tapi oknum yang dihukum. Jadi wajar Indonesia lolos sanksi FIFA.

“Ini bukan perbuatan pemerintah, ini hanya oknum yang salah. Sehingga pemerintah dengan cepat merespons, kepolisian responsif dengan tindakan, itu saya kira positif untuk FIFA ke depannya,” tuturnya.

Soal penggunaan gas air mata yang ramai disoroti, menurut Riyadh hal ini tengah didalami oleh pihak kepolisian. Bahkan surat pernyataan Indonesia lolos sanksi FIFA pun bersyarat, Evaluasi.

Riyadh juga mengapresiasi tindakan polisi yang ia nilai cepat dalam mengamankan situasi di Stadion Kanjuruhan.

Lolos Sanksi FIFA
Indonesia lolos sanksi FIFA

Lolos Sanksi FIFA: Fakta Soal Tiket yang Overload dan Pintu Terkunci

Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Arema FC, Abdul Haris, buka suara terkait beberapa penyebab terjadinya Tragedi Kanjuruhan. 

Abdul Haris resmi menjadi tersangka terjadinya Tragedi Kanjuruhan sejak Kamis (6/10/2022) malam. Dia bertanggung jawab akibat kelalaian pintu terkunci usai laga Arema vs Persebaya Surabaya dan jumlah tiket yang terjual. Di sisi lain, Abdul Haris tidak menampik penyebab utama Tragedi Kanjuruhan adalah gas air mata.

Sementara soal gas air mata, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sudah menetapkan tiga tersangka dari kepolisian. 

Terkait pintu terkunci Ketua Panpel Arema FC menegaskan sudah melakukan pengarahan sebelum laga Arema vs Persebaya agar pintu terbuka 5-10 menit sebelum pertandingan selesai. 

“Begitu juga briefing (pengarahan) Pak Suko, saya sampaikan ini laga big match tolong semua pintu terbuka, 5 menit atau 10 menit pertandingan usai, pintu harus terbuka, itu sesuai dengan prosedur dan harus dilaksanakan,” kata Abdul Haris di Kantor Arema FC, Jumat (7/10/2022). 

Soal video viral kondisi pintu 13 yang tertutup ketika tragedi terjadi, Abdul Haris belum bisa memastikan kebenaran hal tersebut.

Namun, melalui rekaman video CCTV yang ada di Stadion Kanjuruhan, kondisi pintu ketika tragedi terjadi seharusnya dapat diketahui.

“Jadi sesuai SOP, pintu itu semua harus terbuka. Kalau memang ada, mohon maaf, oknum yang menutup, kan itu ada CCTV, di situ CCTV ada semua, mulai pertandingan, kick-off sampai pertandingan selesai ada, silahkan dibuka CCTV,” katanya.

Tindakan Pemerintah Indonesia Terkait Tragedi Kanjuruhan

Meskipun telah lolos sanksi FIFA. PSSI secara resmi mengumumkan penghentian Liga 1 sampai waktu yang tidak ditentukan.

“Untuk sementara kompetisi Liga 1 2022-2023 kami hentikan hingga waktu yang tidak ditentukan,” ujar Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan Presiden Jokowi meminta PSSI untuk menghentikan Liga 1 2022-2023 sampai evaluasi dan perbaikan prosedur pengamanan dilakukan.

Selain menghentikan Liga 1, PSSI juga memberi hukuman kepada Arema FC. Mereka melarang klub berjulukan Singo Edan itu menjadi tuan rumah selama sisa kompetisi Liga 1 2022-2023. Arema FC pun dikenakan sanksi Rp 250 juta berdasarkan hasil keputusan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI, Selasa (4/10/2022).

Sementara, Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat dicopot dari jabatannya. Dia digantikan oleh AKBP Putu Kholis Aryana yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolres Pelabuhan Tanjung Priuk Polda Metro Jaya.

Setelah dicopot dari jabatan Kapolres Malang, AKBP Ferli Hidayat akan menjabat sebagai Pamen SSDM Polri. Selain itu, Kapolri juga memerintahkan Kapolda Jawa Timur Irjen Nico Afinta untuk menonaktifkan jabatan Komandan Batalyon (Danyon), Komandan Kompi, dan Komandan Peleton Brimob Polda Jawa Timur yang jumlahnya mencapai sembilan orang.

Lolos sanksi FIFA bukan berarti sepak bola Indonesia tidak berbenah. Namun, tetap akan ada evaluasi menyeluruh dan lebih memperketat regulasi penonton dan pertandingan sepak bola kedepan.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2022 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top