News

Alvin Wijaya Undur Diri Dari TGUPP DKI Jakarta

Alvin Wijaya Undur Diri Dari TGUPP DKI Jakarta

Wakil Kepala Bappeda (Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah) DKI Jakarta Tri Indrawan membenarkan bahwa Alvin Wijaya mengundurkan diri dari TGUPP. Hal tersebut dikonfirmasi oleh Tri dalam Rapat Kerja Komisi A DPRD DKI Jakarta pada Senin (24/5/2021).

Awalnya, informasi terkait anggota Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) tersebut ditanyakan oleh A Mujiona, Ketua Komisi. Tri kemudian membenarkan bahwa Alvin mengundurkan diri.

“Soal TGUPP yang berinisial AW bergabung mulai 29 Maret 2018. Beliau masuk ke dalam bidang respons strategis. Diberhentikan mulai 1 April 2021 melalui SK Gubernur 632 tahun 2021 di jabatan yang sama yaitu respons strategis,” tutur Tri.

Lihat Juga: TGUPP Dicoret, 43 Orang Isinya Tim Kampanye Anies Sandi, Orang-Orang Gagal

Dilihat dari Pergub No 196 Thn 2017 bidang respons strategis memiliki tugas untuk menganalisis pengaduan dari masyarakat. Selain itu, Tri menuturkan terdapat 4 kriteria bagi anggota TGUPP untuk dapat diberhentikan. Satu karena sakit, lalu meninggal dunia, menjadi tersangka, dan terakhir karena mengundurkan diri.

Pemprov DKI Jakarta Bantah Alvin Wijaya Mundur Karena Seleksi Terbuka ASN

Asisten Pemerintahan DKI Jakarta Sigit Wijatmoko menampik soal mundurnya anggota TGUPP Alvin Wijaya karena banyaknya ASN yang tak ikut mendaftar proses seleksi terbuka.

“Ini (pengunduran diri Alvin Wijaya) tak ada korelasinya atau hubungannya dengan proses seleksi terbuka,” tutur Sigit di Gedung DPRD DKI Jakarta pada Senin (24/5/2021).

Menurut Sigit, Alvin sudah mengundurkan diri sejak 1 Apri lalu, sedangkan pembukaan seleksi terbuka untuk tujuh belas eselon II diumumkan pada 14 April 2021.

“Seleksi terbuka diinformasikan melalui Pengumuman Sekda No 2 tanggal 14 April. Itu jauh usai yang bersangkutan mengundurkan diri,” kata Sigit.

Luqman Hakim, Wakil Ketua Komisi II DPR Fraksi PKB ikut menyoroti banyaknya pejabat yang mundur di era kepemimpinan Gubernur Anies Baswedan. Ia mengaku turut prihatin dengan banyaknya pejabat yang mundur itu.

“Pengunduran diri para pejabat di lingkungan Pemrov DKI serta sikap boikot ASN DKI kepada lelang jabatan eselon II belakangan ini benar-benar memprihatinkan,” ucap Luqman kepada awak media, Selasa (25/5/2021).

To Top