News

Andi Akmal ; Ada Raksasa Besar di Belakang Ahok

Andi Akmal Pasluddin selaku Anggota Komisi IV DPR dari PKS mengatakan bahwa Gurbernur DKI Jakarta ‘Ahok’ terlalu keras kepala untuk dapat meneruskan reklamasi Teluk Jakarta.

Andi Akmal berpendapat bahwa Ahok tidak menghiraukan paparan dari berbagai pihak terkait dengan kejanggalan proyek reklamasi dilihat dari berbagai aspek hukum, lingkungan, maupun ekonomi.

Andi mengatakan di siaran persnya (18/4), “Ada raksasa besar di belakang Ahok sampai dirinya terlalu berani pasang badan untuk dapat melanjutkan reklamasi teluk jakarta, hingga permintaan Wakil Presiden Jusuf Kalla’ untuk menghentikan reklamasi tersebut tidak dihiraukan.

Ahok tidak bisa menggunakan Kepres No.52 Tahun 1995 sebagai dasar pelaksanaan reklamasi karena pada saat itu Keppres tersebut dikeluarkan belum ada aturan mengenai reklamasi secara Nasional. ujar Andi.

Kemunculan Undang-undang No.27 Tahun 2007 tentang pesisir, kemudian Perpres No.54 Tahun 2008 tentang tata ruang Jabodetabekpunjur, dari base kedua aturan tersebut otomatis dapat membatalkan tata ruang pantura yang diatur dalam Kepres 52/1995.

Atas dasar Undang-undang tersebut, Andi mendesak Ahok dapat memperhatikan rekomendasi pemerintah pusat, Menteri Kelautan dan Perikanan dan pihak-pihak lainnya yang menginginkan Reklamasi Teluk Jakarta dihentikan.

Ahok mengaku tidak keberatan jika pemerintah pusat mengambil izin reklamasi yang telah diberikan kepada pengembang proyek. “Kalau izin, saya tidak masalah. Kamu mau ambil kembali izin saya tidak masalah,” ujar Ahok.

Akan tetapi dirinya tidak setujusetelah kewenangan diberikan pemerintah pusat kemudian diusulkan tambahan kontribusi sebesar 15% dari NJOP dikali luas lahan yang dijual, dihilangkan.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2021 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top