News

Anggota Babinsa Dikepung Debt Collector, 11 Orang Diamankan

Anggota Babinsa Dikepung Dept Collector, 11 Orang Diamankan

Seorang anggota Badan Pembina Desa (Babinsa) Serda Nurhadi mendadak dihadang oleh segerombolan debt collector saat mengemudikan mobil Honda Mobilio berplat nomor B 2638 BZK. Peristiwa tersebut berawal saat Nurhadi yang berpakaian dinas loreng melintas di depan Tol Koja Barat-Jakarta Utara pada Kamis (6/5/2021) untuk mengantar orang sakit ke RS.

Ia sebelumnya mendapat laporan adanya kendaraan yang dikerumuni oleh segerombolan orang sehingga menyebabkan macet panjang. Sebagai anggota Babinsa, Nurhadi berinisiatif membantu serta mengambil alih kemudi untuk mengantar ke rumah sakit melalui Tol Koja Barat.

Di dalam mobil tersebut terdapat penumpang anak kecil dan seorang yang sedang sakit. Namun, mobil tersebut tiba-tiba dihadang dan dikejar oleh debt collector. Karena keadaan saat itu, Nurhadi mengarahkan mobil itu ke Polres Jakarta Utara. Video yang merekam kejadian itu pun menjadi viral di media sosial.

Terkait kejadian tersebut, Kapendam Jaya Kolonel Arh Herwin BS mengatakan bahwa proses hukum bakal dilakukan terhadap tersangka pengadangan anggota TNI tersebut.

“Bagi para tersangka tindak pidana pemaksaan dan kemungkinan penganiayaan. Kodam Jaya bakal berkoordinasi bersama Polda Metro Jaya secara ketat untuk tindak lanjut proses hukumnya hingga tuntas di peradilan umum,” jelasnya, Minggu (9/5/2021).

Selain itu, Nurhadi juga akan diperiksa oleh Polisi Militer Kodam Jayakarta. Sebab ia membawa mobil yang tengah bermasalah.

“Serda Nurhadi sendiri bakal dilakukan pemeriksaan di Pomdam Jaya sebab membawa kendaraan yang tengah bermasalah,” tutur Herwin, Polisi Militer Kodam Jayakarta.

Usai dilakukan penyelidikan, polisi mengamankan 11 tersangka yang melakukan aksi pengadangan itu. Selain itu, beberapa barang bukti seperti 4 rekaman video, 7 pasang baju yang dikenakan saat pengadangan, hingga surat kuasa penarikan mobil yang dikeluarkan oleh Clipan Finance kepada PT Anugrah Cipta Kurnia Jaya.

Lihat Juga: Begini Pengakuan Oknum TNI Lakukan Perusakan Polsek Ciracas

Polisi Sebut Debt Collector Pengadang Babinsa Ilegal

Polisi memastikan aksi pengadangan terhadap sebuah mobil yang dikemudikan Babinsa Serda Nurhadi adalah perbuatan ilegal. Kombes Yusri Yunus, Kabid Humas Polda Metro Jaya menuturkan terdapat 4 aturan yang harus dipenuhioleh debt collector dalam menagih hutang, yaitu:

  1. Memiliki surat kuasa
  2. Adanya jaminan fidusia
  3. Terdapat surat peringatan
  4. Memiliki tanda pengenal

Terkait kasus ini, perusahaan bernama Clipan Finance memberikan surat kuasa kepada PT Anugrah Cipta Kurnia Jaya untuk menagih hutang. Dari surat kuasa tersebut, kemudian PT Anugrah Cipta Kurnia Jaya menunjuk orang untuk melakukan tugas lapangan. Namun, orang yang ditunjuk wajib memiliki Sertifikasi Profesi Penagihan Pembayaran (SPPI).

“Namun PT Anugrah Cipta Kurnia Jaya tak menunjuk orangnya, dia menunjuk orang-orang ini tak ada surat resmi. Meskipun surat kuasa punya namun tak mempunyai keahlian atau dasar SPPI tak ada. Ini namanya ilegal,” tutur Yusri.

“Ini preman-preman semua, tak sah. Ini mereka ilegal semua, tak memiliki kekuatan hukum,” tambahnya.

atas dasar itulah, 11 orang pelaku pengadangan tersebut dikategorikan sebagai perbuatan pidana. Lebih lanjut, Yusri mengimbau kepada masyarakat agar berani melapor kepada pihak berwajib apabila mengalami aksi serupa yang dilakukan oleh orang yang mengaku-ngaku sebagai debt collector. Apalagi, jika tidak bisa menunjukkan kelengkapan dokumen, seperti SPPI atau surat kuasa.

“Jika tak dapat menunjukkan berarti itu merupakan ilegal. Patut untuk dicurigai, segera dilaporkan, jangan berikan barang itu. Jadi pembelajaran untuk teman-teman semua,” tutur Yusri.

To Top