News

Anggota Polisi, Kekasih Mahasiswi Mojekerto yang Tewas di Makam Ayahnya Ditahan

Anggota Polisi, Kekasih Mahasiswi Mojekerto yang Tewas di Makam Ayahnya Ditahan

Kekasih mahasiswi Mojekerto yang ditemukan tak bernyawa di atas makam ayahnya ditahan. Bribda RB alias BGS, anggota Polres Pasuruan sebelumnya viral setelah diduga memperkosa mahasiswi Novia Widyasari yang bunuh diri di area pemakaman di Mojokerto, Jawa Timur.

“Mengamankan seseorang berinisial BGS, profesinya anggota polisi yang bertugas di Polres Pasuruan Kabupaten,” ujar Wakapolda Jawa Timur Brigjen Slamet Hadi Supraptoyo kepada awak media, Minggu (5/12/2021).

Sebelumnya, Propam Polda Jawa Timur memeriksa seorang oknum polisi yang bertugas di Polres Pasuruan berinisial RB. Pemeriksaan tersebut buntut dari viralnya unggahan terkait dugaan pemerkosaan terhadap seorang mahasiswi Mojokerto.

Disebut dalam unggahan itu, Novia yang merupakan mahasiswi Universitas Brawijaya Malang sempat diperkosa kekasihnya yang adalah anggota kepolisian.

Jasad Novia ditemukan oleh warga di atas area pemakaman di Desa Japan, Kabupaten Mojokerto pada Kamis (2/12/2021) sore.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Gatot Repli Handoko menjelaskan, penyidik dari Bidpropam Polda Jawa Timur telah mengundang Bripka R untuk diminta klarifikasi terkait dengan unggahan yang viral di medsos. Pemeriksaan dilakukan hari ini, Sabtu (4/12/2021).

“Yang bersangkutan sedang dilakukan pemeriksaan di Propam Polda Jatim,” tuturnya seperti mengutip liputan6.com, Sabtu (4/12/2021) siang.

Gatot menerangkan, sejumlah saksi telah dimintai keterangan untuk mengungkap penyebab kematian seorang mahasiswi Mojokerto tersebut. Salah satu saksi yang merupakan orangtua korban, kematian Novia Widyasari mengarah ke bunuh diri.

“Fakta-fakta bunuh diri sesuai keterangan dari ibunya sebab ditemukan minuman yang mengandung potasium sianida,” terangnya.

Lihat Juga: Save Novia Widyasari Bergema, Begini Kisahnya

Gatot mengatakan sesuai keterangan dari ibu korban kepada penyidik bahwa korban diduga mengalami depresi.

“Ibunya sudah pernah mengajak korban untuk konsultasi di Rumah Sakit Jiwa. Dan telah diberi obat juga,” lanjutnya.

Slamet memaparkan korban dan tersangka awalnya berkenalan di Malang sejak Oktober 2019. Keduanya akhirnya bertukar nomor handphone dan berpacaran. Lalu mereka berpacaran dan melakukan hubungan suami istri sejak 2020 hingga 2021 yang dilakukan di kos dan hotel di Malang.

Selain itu, ditemukan pula bukti lain bahwa keduanya, terhitung mulai Oktober 2019 hingga Desember 2021, melakukan aborsi yang dilakukan pada Maret 2020 dan Agustus 2021.

“Untuk usia kandungan yang pertama masih usia mingguan, sementara usia kandungan yang kedua sudah usia empat bulan,” imbuhnya.

Diduga kematian mahasiswi Mojokerto tersebut karena pacarnya menolak bertanggung jawab setelah melakukan pemerkosaan.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Copyright © 2022 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top