News

Anies: 15 Juni Mal, Tempat Wisata, Rumah Makan, Industri Dibuka

Anies: 15 Juni Mal, Tempat Wisata, Rumah Makan, Industri Dibuka

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menerapkan Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) masa transisi di DKI Jakarta, dan akan mengizinkan dibukanya Kembali  bidang usaha yang selama ini ditutup sementara.

Bidang usaha yang selama ini ditutup di antaranya, pusat perbelanjaan (mal), tempat wisata, rumah makan hingga industri.

“Pasar non pangan baru bisa dimulai pada Senin 15 Juni. Jadi Senin 15 Juni, baru pusat pertokoan, pasar-pasar non pangan baru bisa mulai buka,” kata Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Kamis (4/6/2020).

Namun demikian, Gubernur Anies tetap mewanti-wanti untuk tetap menerapkan  protokol kesehatan bagi tempat usaha non pangan atau pusat pertokoan demi mencegah pelonjakan angka covid-19 di Ibukota.

“Jumlah peserta/orang harus kurang dari 50 persen kapasitas tempat/ruang. Ada jarak aman antar orang yaitu 1,5 meter lalu mencuci tempat kegiatan dengan disinfektan sebelum dan setelah digunakan setiap kegiatan,” tegas Anies.

Gubenur Anies mengajak masyarakat untuk disiplin dengan protokol kesehatan. Beliau menyebutkan setidaknya ada empat protokol utama yang harus dilakukan bagi kegiatan warga selama PSBB Transisi.

“Nomor satu, hanya yang sehat yang keluar dari rumah. Yang tidak sehat, tetap di rumah. Yang kedua, gunakan masker. Masker ini selalu dipakai dalam kegiatan apapun,” katanya.

“Yang ketiga, selalu jaga jarak. Dalam kegiatan apapun, dalam interaksi apapun, jaga jarak minimal 1 meter. Dan yang keempat adalah mendatangi tempat manapun harus melihat bila sudah lebih dari separuh kapasitas, maka jangan masuk,” kata Anies.

“ Dan bagi pengelola lokasi, sadari hanya 50% kapasitasnya. Empat prinsip ini dipegang selama masa transisi, maka insyaAllah kita akan bisa lebih jauh lagi mengendalikan penyebaran COVID-19 ini,” jelas Gubernur Anies.

Anies menegaskan apabila warga tidak teratur Pemprov DKI Jakarta tidak segan-segan mencabut satatus masa Transisi dan kembali ke PSBB.

“Apabila indikator epidemiologi menunjukkan kondisi yang semakin mengkhawatirkan, maka Pemprov DKI Jakarta tidak segan-segan untuk menggunakan kewenangannya menghentikan proses transisi dan kembali kepada PSBB,” ujar Anies, Jumat (5/6).

Berita Terkini

To Top