News

Anies Dapat Rapor Merah dari LBH Jakarta, PDIP: Setuju Banget!

Anies Dapat Rapor Merah dari LBH Jakarta, PDIP: Setuju Banget!

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mendapatkan rapor merah dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta. Rapor merah itu berisikan sorotan terhadap ‘sepuluh permasalahan’ selama empat tahun kepemimpinan Anies. Sepuluh permasalahan yang dimaksud mulai dari penggusuran paksa, reklamasi Jakarta hingga buruknya penanganan banjir.

Menanggapi hal itu, Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Gembong Warsono menyatakan penilaian LBH Jakarta terhadap kepemimpinan Anies selama empat tahun itu sudah pas. Gembong menyoroti perihal penanganan banjir dan penggusuran.

“Sudah pas-lah itu. Dulu janji kan ngggak digusur. Terus pak Anies melakukan penggusuran, berarti kan ingkar janji ya. Pas-lah itu kan merah. Soal penanganan banjir misalnya, selama ini kan nggak ngapa-ngapain, udah pas kalau dikasih merah,” kata Gembong, Senin (18/10/2021).

Gembong kemudian menyoroti program pengatasan banjir melalui pengerukan sungai. Menurutnya, pengerukan sungai adalah tugas rutin dari Pemprov DKI.

“Kalau pengerukan sungai itu jangan seolah-olah menuntaskan program pengatasan banjir. Tapi itu pekerjaan rutin yang setiap saat harus dikerjakan oleh SDA. Masa ‘nyapu rumah’ dijadikan program, kan nggak benar juga. Itu ibaratnya ‘nyapu rumah’ itu kotor, kita sapuin. Kalau itu dijadikan program renovasi rumah kan nggak boleh gitu,” sambungnya.

Selain penanganan banjir, politikus PDIP itu lantas mempersoalkan Kampung Akuarium di Jakarta Utara. Dia menyebut pembanganunan itu melanggar aturan.

“Soal pembangunan yang dilakukan oleh Anies yang melanggar aturan, betul kalau dikasih rapor merah, sudah pas itu, setuju banget. Misalnya, pembangunan yang melanggar aturan itu apa, miasalnya Kampung Akuarium, kan begitu. Itu kan pembangunan yang dilaksanakan pemerintah daerah yang melanggar aturan. Melanggar aturan itu apa peruntukkan lahan itu bukan untuk rumah susun, kan begitu,” terang Gembong.

Wagub DKI Angkat Suara

Di sisi lain, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria juga menanggapi pemberian rapor merah dari LBH Jakarta kepada untuk Anies Baswedan. Riza menyinggung ragam penghargaan yang diterima Pemprov DKI dan Anies selama menjadi Gubernur DKI.

“Banyak sekali penghargaan-penghargaan yang diterima oleh Pemprov, oleh pak Gubernur. Jadi kami harapkan siapa pun memberikan penilaian atas kinerja kami juga mohon diperhatikan, dilihat fakta dan datanya dulu,” ucap Riza, Senin (18/10/2021).

Riza menilai saat ini Jakarta menunjukkan perkembangan yang baik. Dia meminta menanyakan hal itu langsung kepada masyarakat Jakarta.

“Dan, tanyakan pada masyarakat, warga Jakarta, bagaimana progres perkembangan Jakarta yang semakin baik ya,” paparnya.

Politikus Partai Gerindra itu meminta LBH Jakarta melihat fakta yang ada saat memberikan penilaian terhadap Jakarta. Kendati demikian, dia menghormati penilaian yang disampaikan oleh LBH Jakarta.

“Kami menghormati, namun mohon juga dilihat faktanya. Faktanya Jakarta semakin baik, semakin aman, semakin nyaman, semakin indah, semakin rapi, semakin tertata dan banyak sekali,” tegas Riza.

Anies Dapat Rapor Merah

Sebelumnya, LBH Jakarta memberikan rapor merah kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. LBH Jakarta menyoroti sepuluh persoalan di Jakarta, mulai dari buruknya penanganan banjir hingga penggusan paksa.

“Kita meng-highlight sepuluh permasalahan di Jakarta, termasuk janji politik Anies ketika naik menjadi Gubernur DKI Jakarta dan beberapa masalah krusial yang ada di Jakarta selama masa kepemimpinannya,” kata pengacara publik LBH Jakarta Charlie Meidino, Senin (18/10/2021).

Kembali ke pernyataan Gembong Warsono. Politikus PDIP itu meminta Anies mengejar ketertinggalan hingga masa jabatannya tuntas. Dia juga meminta mantan Mendikbud itu memanfaatkan APBD yang ada ntuk program pencapaian janji politiknya untuk warga Jakarta.

“Fokus aja mengejar ketertingalan. Ya fokus aja, sisa sat tahun ini nggak usah bakar-bakar duit APBD, tapi sudah fokus dari alokasi anggaran kita alokasikan pada program-program pencapaian janji yang dulu diberikan pada Jakarta yang belum tercapai. Saya kira akan berdampak positif bagi warga Ibu Kota,” kata Gembong.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top