News

Pilu Antri BLT Berujung Duka, Ada 2 Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

antri BLT

Warga bernama Nurhayati (76 tahun) itu jatuh tiba-tiba dan tak sadarkan diri saat antri BLT.

Seorang perempuan lanjut usia (lansia) di Desa Mattampae, Kecamatan Ponre, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan meninggal dunia saat sedang antri BLT BBM, Jumat (16/9) di kantor kecamatan.

Warga bernama Nurhayati (76 tahun) itu jatuh tiba-tiba dan tak sadarkan diri saat antri BLT.  

Kepala Desa Mattampae, Samsul Bahri mengatakan, Nurhayati dinyatakan meninggal pada Jumat (16/9) kemarin sore. Ia sempat dilarikan ke Puskesmas, tetapi nyawanya tidak tertolong.

“Korban awalnya pingsan dan dibawa ke Puskesmas. Tetapi, sudah meninggal,” kata Samsul kepada wartawan, Sabtu (17/9).

Korban merupakan orang tidak mampu. Ia tercatat sebagai penerima bantuan sosial dari pemerintah berupa BLT atas kenaikan harga BBM. Sayangnya, bantuan pemerintah ini tak sempat dinikmatinya. Perempuan paruh baya ini meninggal saat antre.

Samsul mengatakan Nurhayati datang ke lokasi antri BLT pada siang hari. Kemudian dia sempat duduk sebentar, lalu tiba-tiba terjatuh dan tidak sadarkan diri.

“Sempat dibawa ke puskesmas namun dia dinyatakan meninggal dunia,” jelasnya.

Samsul mengaku kaget dengan peristiwa ini. Sebab, Nurhayati diketahui selama ini tidak pernah mengeluh sakit. Bahkan sehari sebelumnya Samsul masih sempat bercanda dengan Nurhayati. 

“Rencananya dia akan mengunjungi cucunya setelah menerima bantuan itu. Jenazahnya sudah dibawa rumah duka dan langsung dimakamkan sore harinya,” kata Samsul.

Dari pemeriksaan medis, tidak ditemukan tanda tanda kekerasan. Dia diduga meninggal karena faktor usia hingga kelelahan.

“Baik-baik selama ini. Sebelum meninggal sempat bercanda-canda,” bebernya.

Setelah dinyatakan meninggal, korban pun langsung dibawa ke rumah duka. Keluarga juga langsung memakamkan, jasad korban.

“Kemarin sore sudah dikebumikan,” tutup Samsul.

Baca juga: BLT BBM Cair Rp 8,1 Juta! 461 Daerah Terima Manfaatnya, Cek Penerimanya Disini!

Antri BLT
Warga bernama Nurhayati (76 tahun) itu jatuh tiba-tiba dan tak sadarkan diri saat antri BLT.

Warga di Bogor Meninggal Dunia saat Antri BLT Bansos

Seorang warga Desa Parungpanjang bernama Cecep Supriana (49) meninggal dunia usai ikut antri BLT BBM. Cecep terdaftar sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Sebelum meninggal dunia, Cecep sempat dilarikan ke Puskesmas Parungpanjang sekitar pukul 10.00 WIB. Cecep merupakan warga Jalan Jambu Perum Parung Panjang, RT 02 RW 08 Desa Parungpanjang, Kecamatan Parungpanjang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

“Kejadian pukul 09.15 WIB telah terjadi musibah meninggal dunianya saat warga saat pelaksanaan antri BLT BBM dan BLT Sembako bernama Cecep Supriana,” kata Kapolsek Parung Panjang Kompol Suminto, Jumat (16/9).

Suminto mengatakan sebelum meninggal, warga tersebut mengaku lemas kemudian dilarikan ke Puskesmas Parungpanjang. Namun setelah dapat penanganan, warga tersebut meninggal dunia.

“Di PKM Parung Panjang ditangani oleh perawat dengan oksigen. Selang beberapa saat meninggal dunia,” katanya.

Terkait meninggalnya warga, Camat Parungpanjang Icang Aliyudin membenarkan ada warganya meninggal dunia saat waktu mengikuti antri BLT tersebut. Dari keterangan yang diperoleh, warga tersebut sakit.

“Warga ini kondisinya sakit yang bersangkutan punya riwayat penyakit jantung. Sempat dibawa ke puskesmas untuk pengobatan namun meninggal dunia di puskesmas,” katanya.

Icang mengatakan, penyaluran BLT BBM dilakukan di Kantor Pos Giro bekerja sama dengan pemerintah daerah setempat. Di Parung Panjang sendiri ada 11 desa dengan total 13.000 KPM.

“Kalau pembagian BLT BBM yang di lakukan pos giro sudah terjadwal,” imbuh Icang.

Pemerintah mulai menyalurkan bantuan langsung tunai (BLT) demi meredam dampak kenaikan inflasi usai harga bahan bakar minyak (BBM) naik.

BLT BBM 2022 diberikan sebesar Rp 150 perbulan selama empat bulan dengan penyaluran dua kali pada September dan Desember mendatang. Dengan demikian, Masing-masing penerima akan mendapatkan bantuan sebesar Rp150 ribu selama empat bulan atau total Rp600 ribu.

Dilansir dari situs resmi Sekretariat Kabinet, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menegaskan bahwa pemerintah akan terus mendorong penyaluran BLT BM kepada masyarakat penerima manfaat di seluruh Indonesia. Menurut Presiden, saat ini pemerintah telah menyalurkan sebanyak 40% dari total target atau 20,65 juta keluarga penerima manfaat BLT BBM 2022 yang telah ditetapkan pemerintah.

pemerintah telah menaikkan harga BBM sejak 3 September 2022. Harga pertalite naik dari Rp7.650 menjadi Rp10 ribu per liter, solar bersubsidi dari Rp5.150 menjadi Rp6.800 per liter, dan pertamax naik dari Rp12.500 menjadi Rp 14.500 per liter.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Copyright © 2022 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top