News

Azis Syamsuddin Ditemukan, Kini Telah Tiba Di KPK

Azis Syamsuddin Ditemukan, Kini Telah Tiba Di KPK

Ketua KPK Firli Bahuri mengungkapkan tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menemukan Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin, yang telah menjadi tersangka.

“Alhamdulillah, telah ditemukan,” ucap Firli kepada awak media, Jumat (24/9/2021).

Azis Syamsuddin telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi di Lampung Tengah. Kini ia telah tiba di gedung KPK usai dijemput petugas. Berdasarkan laporan detikcom, Azis telah berstatus sebagai tersangka. Hal ini juga diperkuat dengan pernyataan dari Ketua KPK Firli Bahuri.

“Pada waktunya, akan kami sampaikan pada publik,” kata Firli kepada detikcom, seperti dikutip dari laman detikcom, Jumat (23/9/2021).

Kabarnya Azis Syamsuddin telah ditetapkan menjadi tersangka oleh KPK sejak bulan lalu. Di lain sisi, Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri belum mengungkapnya secara gamblang terkait penetapan Azis sebagai tersangka.

Ali hanya mengatakan saat ini KPK tengah melakukan penyidikan terkait tindak pidana korupsi di Kabupaten Lampung Tengah. Ali menuturkan KPK telah memeriksa beberapa saksi terkait kasus ini.

“KPK bakal menyampaikannya secara lengkap terkait kronologi dan konstruksi perkara, pasal yang disangkakan dan tentunya pihak-pihak yang dijadikan sebagai tersangka pada waktunya nanti. Sekarang ini tim penyidik masih bekersa dan terus mengumpulkan alat bukti dan sudah memeriksa sejumlah saksi di Jakarta, Bandung, Tangerang dan Lampung,” tutur Ali.

Lihat Juga: Dalam 6 Hari, Alex Noerdin Jadi Tersangka 2 Kasus Korupsi

“Pengumuman tersangka bakal kami umumkan pada waktu dilakukan upaya paksa penangkapan atau penahanan,” sambungnya.

Sebelumnya, Azis Syamsuddin sempat tak memenuhi panggilan pemeriksaan dari KPK dengan beralasan bahwa dirinya harus menjalani isoman (isolasi mandiri). Ia harus menjalani isoman sebab sebuah alasan, dirinya mengaku sempat berinteraksi dengan seseorang yang dinyatakan terpapar COVID-19.

Alasan tersebut ditulis Azis melalui sebuah surat yang dikirimkan kepada KPK pada Kamis (23/9/2021). Dalam surat tersebut ia meminta supaya pemeriksaan dilakukan pada hari Senin, 4 Oktober 2021.

Selain itu, Wakil Ketua Umum Partai Golkar tersebut juga menyatakan hanya mematuhi aturan pemerintah. Di mana jika seseorang telah berinteraksi dengan pihak yang kemudian dinyatakan terinfeksi virus Corona maka orang tersebut harus melakukan isolasi mandiri.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top