News

Bahaya Gunung Anak Krakatau yang Kini Berstatus Siaga Level III

Bahaya Gunung Anak Krakatau

Setelah sebelumnya Gunung Anak Krakatau menunjukkan aktivitas vulkanik berupa periode erupsi terus menerus dengan perubahan erupsi dominan abu jadi tipe strobolian, kini gunung berapi itu berstatus Siaga Level III.

Ini adalah hasil pantauan visual dan instrumental yang dilakukan oleh Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), seperti mengutip laman Badan Geologi Kementerian ESDM, Senin (25/4/2022).

Lalu, Bagaimana Potensi Bahaya Gunung Anak Krakatau?

Peta Kawasan Rawan Bencana (KRB) memperlihatkan hampir seluruh tubuh Krakatau yang berdiameter sekitar dua kilometer adalah kawasan rawan bencana.

Menurut data visual dan instrumental, potensi bahaya Gunung Anak Krakatau yakni semburan material pijar dalam radius dua kilometer dari titik erupsi. Tapi kemungkinan semburan akan mencapai jarak yang lebih jauh.

Sementara sebaran abu vulkaniknya tetap akan bergantung pada arah serta kecepatan angin. Oleh karena itu sebaran abu vulkanik ini bisa menjangkau area yang lebih jauh.

Karena aktivitas Gunung Anak Krakatau meningkat menjadi level III, masyarakat, wisatawan, pengunjung maupun pendaki untuk sementara tak diizinkan mendekati kawasan yang berjarak lima kilometer dari kawah.

Dari penjelasan Kementerian ESDM, status Siaga Level III ini diberlakukan usai aktivitas vulkanik terlihat semakin meningkat. Dalam hal ini gunung berapi mengalami erupsi. Untuk ancaman bahaya erupsi sendiri dapat meluas tapi tak mengancam area pemukiman penduduk.

Lihat Juga: Mengenang Peristiwa Krakatau di Lampung

Masyarakat juga diminta untuk meningkatkan kewaspadaan dengan tak beraktivitas di sekitar lembah sungai yang memiliki hulu di kawasan puncak. Adapun ancaman bahaya erupsi bisa meluas namun tidak mengancam pemukiman penduduk.

“Masyarakat di wilayah pantai Provinsi Banten dan Lampung harap tenang dan jangan mempercayai isu tentang erupsi gunung Krakatau yang akan menyebabkan tsunami,” tulis Badan Geologi Kementerian ESDM dalam keterangan resminya.

Meski begitu, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Geologi Kementerian ESDM Hendra Gunawan menyampaikan aktivitas penyeberangan dari Pulau Jawa ke Lampung tidak terpengaruh.

“Seperti pelabuhan untuk transportasi dari Pulau Jawa (Merak) ke Lampung (Bakauheni) masih jauh puluhan kilo meter (jaraknya). Jadi ini relatif aman,” kata Hendra.

Walau dalam kondisi relatif aman, Hendra meminta kepada masyarakat untuk mengikuti informasi terbaru terkait Gunung Anak Krakatau dari sumber-sumber resmi.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2022 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top