News

Bambang Brodjonegoro: Saya Sedih Jadi Menristek Terakhir

Bambang Brodjonegoro: Saya Sedih Jadi Menristek Terakhir

Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang Brodjonegoro menanggapi penggabungan Kemendikbud dan Kemenristek yang sudah disetujui oleh DPR RI. Bambang mengaku sedih karena kementeriannya sebentar lagi tidak akan berdiri sendiri.

“Secara pribadi saya juga merasa tidak enak ya apa ya, merasa sedih karena boleh dibilang saya jadi Menristek terakhir karena risteknya tidak lagi sebagai kementerian yang berdiri sendiri seperti dulu,” kata Bambang, Minggu (11/4/2021).

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) itu mengatakan belum mendapatkan informasi secara detail terkait perubahan yang akan terjadi. Dia mengaku susah menebak apa yang terjadi dalam waktu dekat ini.

“Ya unfortunately, itu keputusan yang sudah diambil. Dan, saya belum tahu nanti detailnya bagaimana, yang pasti itulah yang akan berlangsung dan saya tidak tahu nanti BRIN-nya juga dengan format apa. Apa yang akan terjadi dengan para LPNK (Lembaga Pemerintah Non Kementerian), saya juga susah menebak,” ungkapnya.

Oleh karena itu, Bambang meminta semua pihak menunggu keputusan yang diambil Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait penggabungan Kemendikbud dan Kemenristek. Termasuk terkait hal LPNK yang bisa saja berubah status.

“Ya, karena kalau versi saya dari dulu para LPNK itu tetap eksis sebagai institusi, hanya statusnya yang berubah dari LPNK yang sifatnya birokrasi menjadi lembaga penelitian yang tidak birokratis. Tapi, tetap membawa namanya masing-masing, tapi ada versi yang menginginkan semua dilebur ke dalam BRIN ini. Tentunya kita masih harus menunggu bagaimana nanti perkembangannya,” sambung Bambang.

Menristek Cerita Awal dan Akhir Kunker

Sebelumnya, Menristek Bambang Brodjonegoro menyebut kunjungan kerjanya di Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar, Sulawesi Selatan sebagai yang terakhir kalinya. Bambang pun menceritakan kunjungan kerja pertama kalinya setelah menduduki kursi tertinggi di Kementerian Riset dan Teknologi yang juga di Unhas.

“Kunjungan daerah pertama saya sebagai Menristek itu adalah ke Unhas, kunjungan daerah maksudnya. Waktu itu, saya membuka joint working group meeting Indonesia-Prancis dalam bidang penelitian didampingi rektor (Unhas). Dan, ini mungkin menjadi kunjungan saya terakhit ke daerah sebagai Menristek,” ucap Bambang saat meresmikan Science Techno Park Univesitas Hasanuddin, Jumat (9/4) lalu.

Bambang menyebut ke depannya tidak akan ada lagi kunjungan daerah yang dilakukan Menristek. Sebab, usulan Presiden Jokowi menggabungkan Kemendikbud dan Kemenristek telah disepakati oleh DPR RI melalui rapat paripurna.

“Karena sesuai dengan hasil sidang paripurna DPR, Kemenristek akan dilebur ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Jadi, artinya taka da lagi Kemenristek dan tak ada lagi kunjungan daerah dari Menristek ke mana pun,” paparnya.

Akankah Jokowi Melakukan Reshuffle?

Selain penggabungan Kemendikbud dan Kemenristek, usulan Jokowi membentuk Kementerian Investasi juga disetujui oleh DPR RI. Lantas, akankah Jokowi melakukan reshuffle untuk kedua kalinya di periode kedua masa kepemimpinannya ini?

Menjawab hal itu, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali mochtar Ngabalin mengaku belum mendapatkan informasi terkait perombakan kabinet. Ngabalin mengatakan mungkin pada Senin (12/4/2021), pihaknya baru mendapatkan informasi tersebut.

“Kalau hari Senin mungkin bisa dapat informasi. Kalau sekarang agak susah jawabnya. Karena paling tidak hari Senin itu pergerakannya Perpres apa segala. Insya Allah setidaknya bisa dapat informasi dari pak Mensesneg atau Mas Pram supaya bisa kasih keterangan kepada publik,” kata Ngabalin, kemarin Sabtu (10/4/2021).

Menurut Ngabalin, masyarakat berhak mengetahui apa yang akan dilakukan Jokowi dalam waktu dekat ini. Oleh karena itu, dia berjanji akan mengabarkan informasi ke publik setelah memperolehkan dari pihak Istana.

Copyright © 2021 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top