News

Banjir Dan Longsor Di Nganjuk, 23 Orang Masih Dalam Pencarian

Banjir Dan Longsor Di Nganjuk, 23 Orang Masih Dalam Pencarian

Bencana alam banjir dan longsor di Nganjuk menerjang sejumlah wilayah di kabupaten tersebut pada Minggu (14/2/2021). Berdasarkan informasi dari BPBD Nganjuk, sebanyak 16 orang di Dusun Selopuro, Desa Ngatos diduga tertimbun tanah longsor. Sedangkan korban lain yang berhasil ditemukan sebanyak dua orang tewas dan tiga lainnya luka-luka.

Sedangkan, banjir juga merendam 3 kecamatan, yaitu Kecamatan Nganjuk, Kecamatan Loceret, dan Kecamatan Berbek.dari keterangan tertulis BNPB, warga yang mengalami luka-luka dirawat di Puskesmas Ngetos, Kabupaten Nganjuk. Setidaknya ada delapan rumah warga yang mengalami rusak berat akibat dari tanah longsor.

Sejauh ini terdapat 16 orang warga yang diungsikan ke rumah Kepala Desa Ngetos.

“Untuk sementara yang dibutuhkan yaitu tempat ridur, selimut, dan alat berat,” tutur Koordinator Tagana Nganjuk, Aris Trio Effendi.

Petugas BPBD Kabupaten Nganjuk yang dibantu anggota TNI/Polri serta relawan lainnya langsung menuju ke lokasi setelah mendapat informasi adanya bencana tanah longsor. Namun, karena sudah malam, pencarian dihentikan sementara dan dilanjutkan kembali pada Senin pagi.

Selain itu, petugas juga membutuhkan alat berat untuk membantu mencari warga yang hingga saat ini masih belum ditemukan karena diduga tertimbun material longsor. Selain banjir dan longsor di Nganjuk, sejumlah daerah lain di Jawa Timur juga dilaporkan terendam banjir.

Hujan Deras Diduga Menjadi Pemicu Tanah Longsor

Pada Minggu (14/2/2021) sore hujan dengan intensitas tinggi mengguyur desa Ngetos. Akibatnya sejumlah titik di Dusun Selopuro mengalami longsor sekitar pukul 18.00 WIB. Sebanyak delapan rumah warga terdampak tanah longsor ini. Saat ini, warga telah diungsikan ke tempat yang lebih aman.

Kecamatan Paling Parah Terendam Banjir

Melansir dari laman Tribunnews.com, Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Jatim, Satriyo Nurseno menerangkan, 3 kecamatan tergenangi banjir.

“Yang terparah yaitu Kecamatan Berbek. Ketinggian banjir bervariasi, paling tinggi 2,5 m. Seluruh warga telah dievakuasi ke pengungsian,” kata Satriyo.

Ia menambahkan, banjir tersebut terjadi karena kawasan itu diguyur hujan deras pada Minggu sejak pukul 14.30 WIB.

Lihat Juga: Lakukan Tips Saat Banjir Ini Agar Survive Saat Darurat

Warga Yang Diduga Korban Banjir Dan Longsor Di Nganjuk

Basarnas Surabaya menerangkan 16 identitas korban yang diduga tertimbun longsor, yaitu 12 orang dewasa dan 4 anak-anak. Sementara ini identitas para korban adalah, Muryam, Yatini, Muryanto, Friska, Umi, Darimun, Sunarsih, Prasetyo, Yono, Parmiati, Yatemo, Rehan, Dimas, Rama, Putra, dan Nendra.

Kantor SAR Surabaya telah menerjunkan dua tim operasi dengan 15 orang anggota rescuer dari Kantor Sar Surabaya dan Pos SAR Trenggalek yang dilengkapi dengan berbagai peralatan. Pencarian korban juga dibantu dari Basarnas, Tagana, BPBD, dan TNI-Polri, serta alat berat telah dikerahkan untuk membantu proses evakuasi korban banjir dan longsor di Nganjuk.

To Top