News

Banjir Kecaman Soal Siswi Nonmuslim Diminta Berjilbab: Intoleran!

Banjir Kecaman Soal Siswi Nonmuslim Diminta Berjilbab: Intoleran!

Sejumlah petinggi mengecam pihak SMK Negeri 2 Padang, Sumatera Barat yang meminta siswi nonmuslim mengenakan jilbab saat bersekolah. Salah satunya adalah Politikus PDIP Andreas Hugo Pareira.

Andreas mengatakan pihak sekolah harus diberikan peringatan keras lantaran memaksakan atribut keagamaan yang berbeda dengan agama yang dianut siswi tersebut.

“Terhadap lembaga pendidikan yang melakukan peserta didik untuk berkeyakinan atau menggunakan simbol yang tidak sesuai dengan keyakinan agamanya harus diberikan peringatan keras!” kata Andreas, Sabtu (23/1/2021).

Lebih lanjut, anggota Komisi X DPR RI itu juga meminta pihak sekolah diberikan sanksi tegas. Menurutnya, pemaksaan atribut keagamaan terhadap siswi di sekolah merupakan tindakan yang berlawanan dengan nilai Pancasila.

“Terhadap guru yang melakukan pemaksaan terhadap siswa di SMKN 2 Padang tersebut, harus -diberikan teguran dengan sanksi yang tegas. Tindakan-tindakan represif seperti ini bertentangan dengan prinsip moral dan etika pendidikan bangsa yang berdasarkan Pancasila,” tegasnya.

PKB: Kami Prihatin!

Di sisi lain, politikus PKB yang juga Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda mengaku prihatin atas kejadian siswi nonmuslim diminta mengenakan jilbab di SMK Negeri 2 Padang itu. Syaiful Huda menyebut kejadian itu termasuk tindakan intoleran.

“Kami sangat prihatin dengan fenomena maraknya sikap intoleran di lembaga-lembaga pendidikan milik pemerintah. Banyak tenaga pendidik yang tidak tepat dalam mengajarkan semangat keberagaman di kalangan siswa,” tutur Syaiful Huda, Sabtu (23/1/2021).

Politikus PKB itu mengatakan guru di sekolah semestinya menaruh perhatian penuh pada nilai-nilai Pancasila dalam menyelenggarakan pendidikan. Yang mana, lanjut dia, di dalamnya terdapat nilai penghormatan terhadap perbedaan.

“Kejadian-kejadian tersebut cukup memprihatinkan karena diduga dilakukan oleh tenaga kependidikan di sekolah negeri yang seharusnya mengarusutamakan nilai-nilai Pancasila dengan inti penghormatan terhadap nilai kebinekaan,” tegasnya.

BPIP: Aturan SMKN 2 Padang Harus Dicabut!

Kritikan keras juga datang dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Wakil Ketua BPIP Hariyono meminta pihak SMK Negeri 2 Padang segera mencabut aturan yang meminta siswi nonmuslim mengenakan jilbab saat bersekolah.

Sebab, lanjut dia, aturan tersebut bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila.

“Yang jelas, aturan kepala sekolah di atas tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dan harus segera dicabut. Setiap lembaga pendidikan mempunyai tanggung jawab mengenalkan, merawat dan mengamankan nilai-nilai Pancasila,” terang Hariyono.

Hariyono kemudian mengingatkan sumpah ASN untuk setia terhadap Pancasila ketika dilantik. Oleh karena itu, dia mengingatkan agar pihak sekolah mengambil kebijakan yang sejalan dengan Pancasila.

“Kepala sekolah yang juga ASN sejak dilantik sudah disumpah untuk setia pada Pancasila, konstitusi dan NKRI. Untuk itu, kebijakan sekolah harus sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dengan menghormati pilihan agama para siswa-siswinya,” sambungnya.

Kejadian Siswi Nonmuslim Diminta Berjilbab

Sebuah video yang diunggah di media sosial yang mempertontonkan orang tua siswi Eliana Hia dan pihak SMK Negeri 2 Padang viral dan menjadi perbincangan hangat publik, Kamis (21/1/2021). Eliana diketahui dipanggil pihak sekolah lantaran putrinya, Jeni Cahyani Hia enggan mengenakan jilbab saat bersekolah.

Eliana memprotes aturan SMK Negeri 2 Padang yang meminta siswi nonmuslim mengenakan jilbab saat bersekolah. Terlebih, kata Eliana, sekolah tersebut berstatus ‘negeri’.

“Bagaimana rasanya kalau anak Bapak dipaksa untuk ikut aturan yayasan? Kalau yayasan tidak apa, ini kan (sekolah) negeri,” tegas Eliana dalam video tersebut.

Kejadian tersebut berujung pada permintaan maaf pihak sekolah yang disampaikan langsung oleh Kepala SMK Negeri 2 Padang Rusmadi, Jumat (22/1/2021) malam. Ia meminta maaf atas kesalahan yang dilakukan bawahannya dalam menerapkan peraturan berpakaian tersebut.

To Top