News

Bareskrim Polri Datangi Warga Kepulauan Seribu Terkait Dugaan Penistaan Agama Yang dilakukan Ahok

Dugaan Penistaan Agama Yang dilakukan Ahok

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang akrab disapa Ahok dilaporkan oleh banyak pihak yang diduga menistakan agama.

Pihak kepolisian Bareskrim Polri sudah mendatangi Kepulauan Seribu, dimana tempat tersebut merupakan tempat kejadian diduga Ahok menistakan Agama melalui surat Al Maidah 51.

Humas Polri Irjen Boy Rafli mengatakan kedatangan penyidik ke Kepulauan Seribu merupakan bentuk penyelidikan terkait kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Ahok. Penyidik ingin mendengar langsung kesaksian warga setempat menyangkut pernyataan Ahok di lokasi.

“Ya sudah. Itu termasuk yang mendengarkan salah satunya lurah, aparat desa, dan masyarakat yang mendengar Gubernur Basuki Purnama menyampaikan sambutan,” ujar Boy di Mabes Polri Jakarta, Selasa (18/10).

Berdasarkan keterangan warga dan lurah, kata Boy, mereka membenarkan bahwa Ahok banyak berbicara mengenai surat Al-Maidah. Namun, Boy menolak menjawab bagaimana pandangan para saksi mengenai pernyataan Ahok.

Selain itu video asli dengan video yang tersebar di media sosial polisi terus melakukan pemeriksaan di laboratorium forensik. “Isinya yang asli yang durasi asli saat ini sedang dilakukan pemeriksaan di laboratorium forensik,” kata Boy.

Video asli pidato Ahok yang mempunyai durasi hampir satu jam sudah ada di tangan penyidik. Boy Rafli menilai, video merupakan kunci bukti yang dapat menjawab apakah Ahok menistakan agama atau tidak.

“Yang lebih dari satu jam ya aslinya itu, sudah diperoleh dan itulah nanti yang akan jadi bahan penyelidikan berkaitan dengan konten yang banyak dibicarakan publik,” ungkap Boy Rafli.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top