News

Bebaskan Sandera Di Papua, 5 Perwira Tolak Naik Pangkat

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengapresiasi lima perwira TNI yang memimpin operasi gabungan pembebasan sandera di Tembagapura, Timika, Papua, menolak kenaikan pangkat. Alasan penolakan itu karena perwira itu merasa keberhasilan itu milik anak buah.

“Lima perwira diwakili komandan upacara menyampaikan keberhasilan adalah milik anak buah, kegagalan adalah tanggung jawab para perwira sehingga secara halus mereka menolak kenaikan pangkat,” kata Jenderal Gatot dalam rekaman video yang diunggah secara luas (viral), Minggu (19/11).

Dalam pidatonya, Jenderal Gatot mengemukakan kenaikan pangkat itu diberikan kepada 62 prajurit dari satuan gabungan yang membebaskan sandera. Namun dari jumlah itu, lima perwira menolak kenaikan pangkat luar biasa. Akan tetapi, kata Gatot, kelima perwira itu kemudian diberi latihan khusus mendahului rekan setingkatnya.

“Saya ulangi para perwira meminta menjelaskan keberhasilan adalah milik anak buahnya. Apabila kegagalan adalah tanggung jawab para perwira, maka sepantasnya yang mendapatkan kenaikan pangkat hanya anak buahnya maka 5 perwira tidak menerima kenaikan pangkat tapi diberikan latihan khusus mendahului rekan-rekannya,” ujar Gatot.

Gatot menyatakan kebanggaannya dengan sikap kelima perwira tersebut. Dia mengapresiasi sikap para prajurit yang dengan sigap menyelamatkan para sandera.

“Ini adalah contoh dan teladan prajurit yang tidak mengutamakan kepetingan pribadi tapi hanya untuk kepentingan Negara Kesatuan Republik Indonesia. 1300 lebih tersandera tapi dengan senyap, cepat bisa memisahkan dan mengisolasi sehingga 347 sandera bisa selamat semuanya tanpa luka sedikit pun.”

Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top