News

Benarkah Habib Rizieq Kabur Dari RS UMMI Bogor?

Habib Rizieq Kabur Dari RS UMMI Bogor

Polresta Bogor telah menyatakan Habib Rizieq Shihab kabur dari RS UMMI Bogor pada Sabtu 28 November 2020 malam. Hingga saat ini masih belum jelas apa alasan Rizieq untuk pergi dari rumah sakit di tengah proses medis yang tengah ia jalani.

Hal tersebut dinyatakan oleh Kapolresta Bogor Kota, yaitu Kombes Pol. Hendri Fiuse. Bahkan kepolisian saat ini sudah menyatakan bahwa Habib Rizieq kabur. Ia diketahui kabur dari pintu belakah Rumah Sakit UMMI, sesuai dengan laporan dari pihak rumah sakit. Habib diduga kabur lewat gudang belakang. Pihak RS juga mengaku pihaknya tidak tahu jika Habib Rizieq dan istrinya tersebut menggunakan kendaraan dengan plat nomor atau jenis mobil apa.

Pihak RS UMMI mengaku bingung atas perilaku Habib Rizieq tersebut. Bahkan orang yang disebut sebagai Imam Besar itu dinilai tidak bisa bekerjasama dengan Pemerintah Kota Bogor maupun petugas medis.

Dirut RS UMMI Bogor Dilaporkan Ke Polisi

Karena tidak melaporkan pelaksanaan swab test Habib Rizieq Shihab, Dirut RS UMMI Bogor dilaporkan oleh Satgas Covid-19 Kota Bogor kepada Polresta Bogor Kota. Satgas Covid-19 menilai pihak Dirut Rumah Sakit UMMI menghalangi dan menghambat upaya penanggulangan penyakit menular.

Sebelumnya pada jumat 27 November 2020, Satgas Covid-19 telah membuat kesepakatan bersama RS UMMI. Untuk melakukan test swab Rizieq Shihab yang didampingi oleh petugas Satgas Covid-19 Kota Bogor. Pada Jumat siang Satgas mendatangi RS untuk mendampingi test swab tersebut. Namun dari informasi yang diberikan Habib telah melakukan swab tes pada pagi hari.

Satgas kemudian melakukan pendalaman dengan bertanya siapa dan bagaimana mekanisme pelaksanaan swab test tersebut. Karena sebelumnya sudah ada kesepakatan bersama untuk melakukan swab test tersebut. Pada Jumat malamnya, Satgas Covid-19 kembali mendatangi RS UMMI dan pihak keluarga menyampaikan bahwa Rizieq Shihab menolak untuk dilakukan swab test ulang.

Akhirnya, Rumah Sakit UMMI menjanjikan untuk menyampaikan hasil swab test tersebut kepada satgas pada jam 11 malam. Namun setelah ditunggu hingga jam 12 tidak ada kabar yang disampaikan. Sehingga Satgas memutuskan untuk melaporkan Dirut RS kepada Polresta Bogor karena diduga menghalangi dan menghambat upaya penganggulangan penyebaran penyakit menular.

Terancam Denda Dan Pencabutan Izin

Selain pelaporan kepada Polisi, Pemkot Bogor kabarnya juga akan menjatuhkan sanksi keras hingga penutupan operasional RS UMMI, tempat Rizieq dirawat. Agustian Syach yang merupakan Koordinator Satgas Covid-19 mengatakan bahwa Pemkot tengah mengkaji sanksi yang akan diberikan tersebut.

Untuk denda sendiri, berdasarlan Perwali PSBMK maksimal sejumlah Rp 50 juta, namun akan dikaji lebih dulu apakah akan disanksi dengan denda atau pencabutan izin operasional.

Sebelumnya, Imam Besar FPI tersebut juga dikabarkan telah mengirim surat kepada Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto. Surat tersebut dikirimkan kepada Bima Arya melaui Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor pada Sabtu, 28 November 2020. Rizieq Shihab juga tidak mengizinkan Pemkot Kota Bogor untuk mengetahui hasil swab test dirinya.

Copyright © 2021 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top