News

Berubah Lagi, Tes PCR Tidak Lagi Jadi Syarat Penerbangan

Berubah Lagi, Tes PCR Tidak Lagi Jadi Syarat Penerbangan

Pemerintah lagi-lagi merubah syarat perjalanan udara atau pesawat. Hari ini pemerintah mengumumkan bahwa tes PCR tidak lagi jadi syarat perjalanan udara dan digantikan dengan antigen. Namun kebijakan ini hanya akan berlaku selama kurang dari dua pekan.

Sebab pada 24 Oktober pemerintah mengeluarkan kebijakan kepada penumpang pesawat untuk mewajibkan PCR. Melalui SE Kementerian Perhubungan No 88 Tahun 2021 tertulis bahwa penerbangan ke Bandara di Jawa-Bali dan daerah-daerah yang ditetapkan masuk kategori PPKM level 3 dan 4 wajib menyertakan vaksin minimal dosis pertama dan surat keterangan negative RT PCR yang diambil maksimal 2×24 jam.

Lihat Juga: Pro Kontra Tes PCR Jadi Syarat Perjalanan Udara

Sebelumnya Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengumumkan perubahan syarat perjalanan tersebut.

“Untuk perjalanan terdapat perubahan yaitu untuk wilayah Jawa-Bali, perjalanan udara tak lagi mewajibkan penggunaan tes PCR tapi cukup dengan tes antigen. Sama dengan yang telah diberlakukan untuk daerah di luar Jawa non Bali,” ujar Menko PMK Muhadjir Effendy dalam jumpa pers secara daring, Senin (1/11/2021).

Pendapat Ahli Soal Kebijakan Tes PCR

Abra Talatov, Peneliti INDEF, mengatakan bahwa hal ini menunjukkan kebijakan pemerintah diambil dengan tidak hati-hati dan tak matang. Sehingga sangat mudah berubah karena desakan publik.

“Sebenarnya dari awal, saat kasus COVID-19 menurun level di sejumlah kota yang kuning dan hijau, seharusnya jadi parameter warga untuk mobilitas serta pemulihan sektor ekonomi dan penerbangan,” kata Abra, dilansir dari detikcom, Senin (1/11/2021).

Abra menuturkan, bahkan di negara-negara lain tes PCR bukan lagi menjadi syarat untuk penerbangan domestik. Harusnya Indonesia dapat mengikuti tren tersebut.

“Jadi jika terdapat kebijakan jangan maju mundur dan kerap berubah-ubah dengan cepat, pastinya bakal membingungkan masyarakat,” jelasnya.

Lihat Juga: Resmi! Harga Tes PCR Turun Jadi Rp 275.000-Rp 300.000

Menurut dia karena kebijakan yang kerap berubah-ubah ini banyak masyarakat yang akhirnya merasa dirugikan. Apalagi, sebelumnya pemerintah juga mengizinkan tes antigen sebagai syarat, kemudian berubah PCR, dan berubah lagi jadi antigen. Walaupun ada transisi, namun perubahan yang drastis ini tetap saja membuat masyarakat bingung.

Abra menjelaskan, sebetulnya masyarakat butuh informasi yang tepat serta akurat untuk meningkatkan kepercayaan kepada pemerintah.

“Pemerintah juga harus kredibel dalam memaparkan informasi harus jelas dan gambling. Jadi memang harus matang serta terbuka terkait PCR ini,” terangnya.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2021 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top