News

Bikin Malu! Ricuh Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Solok Hingga Nyaris Baku Hantam

Ricuh Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Solok Hingga Nyaris Baku Hantam

Kerucuhan terjadi ketika rapat paripurna DPRD Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Sejumlah Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah itu terlibat saling melempar asbak hingga nyaris baku hantam. Video keributan pada sidang tersebut viral di media sosial, Rabu (18/7/2021).

Adapun agenda sidang siang tadi yaitu menyampaikan hasil laporan pembahasan Rapat Pembangunan membahas Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daaerah (RPJMD) Kabupaten Solok periode 2021-2026. Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Dodi Hendra, ketua DPRD Kabupaten Solok.

Baru saja sidang dibuka, beberapa anggota Dewan sudah melakukan interupsi. Salah satunya dari fraksi PKS, Nazar Bakri, yang kemudian disusul interupsi dari Fraksi Gerindra, Hafni Hafis. Saat Hafni menyampaikan pendapatnya, anggota Dewan lainnya malah saling melayangkan interupsi. Bahkan akasi interupsi tersebut terkesan saling berebut hingga membuat suasana di dalam ruangan tersebut menjadi tak terkendali.

Lihat Juga: 5 Fakta Baju Dinas Louis Vuitton DPRD Kota Tangerang Yang Bikin Warga +62 Geram

Saat itulah beberapa asbak kaca dilemparkan ke lantai hingga pecah. Terlihat pula meja dibalikkan dan terjadi aski saling dorong hingga nyaris baku hantam. Dalam rekaman video yang beredar, tampak sejumlah anggota DPRD Solok itu saling berteriak hingga berlari menghampiri anggota lainnya. melihat situasi yang semakin memanas, petugas Satpol PP pun langsung melerai dan menenangkan para anggota dewan, namun keributan masih berlanjut hingga di luar ruang sidang.

Hingga kini, pimpinan Dewan maupun secretariat DPRD Kabupaten Solok belum memberikan penjelasan terkait peristiwa tersebut. Karena situasi yang tidak kondusif untuk melanjutkan rapat, sidang itupun akhirnya diskors.

Aurizal, Ketua Fraksi PAN DPRD Kabupaten Solok, mengatakan keributan tersebut dipicu oleh salah seorang anggota Dewan yang menolak Dodi Hendra sebagai pemimpin rapat. Aurizal menyebut Dodi dinilai tak melakukan tugas dan fungsi kerjanya sebagai Ketua DPRD.

“Beberapa anggota Dewan menolak Ketua DPRD Kabupaten Solok Dodi Hendra sebagai pemimpin sidang sebab mosi tidak percaya terhadap Hendra yang masih berlanjut,” ujar Aurizal, seperti dikutip dari laman detikcom, Rabu (18/8/2021).

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Copyright © 2022 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top