News

Biografi Ribka Tjiptaning “Aku Bangga Jadi Anak PKI”

Ribka Tjiptaning

Biografi Ribka Tjiptaning

Nama Lengkap : Ribka Tjiptaning Proletariyati
Alias : Ribka Tjiptaning | Ribka
Profesi : Politisi
Agama : Kristen
Tempat Lahir : Yogyakarta
Tanggal Lahir : Rabu, 1 Juli 1959
Zodiac : Cancer
Warga Negara : Indonesia
Suami : Sigit Herlambang

Ribka Tjiptaning mempunyai nama lengkap Ribka Tjiptaning Proletariyati, ia lahir di Yogyakarta pada tanggal 1 Juli 1959. Ribka menganut agama Kristen dan bergelar Dokter Umum dari Fakultas Kedokteran UKI. Ribka adalah putri dari Raden Mas Soeripto Tjondro Saputro dan Bendoro Raden Ayu Lastri Suyati, ia adalah anak ke 3 dari 5 bersaudara. Ribka lahir dalam kondisi ekonomi keluarga yang berada, karena ayahnya memiliki 5 pabrik besar. Namun peristiwa PKI mengubah hidupnya, Ayah dan Ibunya hilang dan tidak pernah kembali lagi, setelah itu Ribka bersama kakak-kakaknya hidup dalam pelarian dan menetap di Jakarta.

Ribka menikah dengan Sigit Herlambang dan dikaruniai 2 orang anak dari pernikahannya tersebut. Ribka termasuk anak yang beruntung karena akhirnya ia mendapatkan pekerjaan di Gereja yang bisa membuatnya kuliah di Fakultas kedokteran melalui dana pemberian. Ribka menuai banyak kontroversi, termasuk tentang pencalonannya menjadi menteri kesehatan di kabinet pemerintahan Joko Widodo. Pengakuannya akan kebanggan menjadi anak seorang PKI membuat Ribka menjadi sorotan publik.

Walaupun sekarang hidupnya bisa dibilang sukses, ia memiliki masa lau yang cukup kelam. Keluarganya sempat dicap sebagai anggota dari Gerakan 30 September 1965. Saat itu, Tjiptaning yang masih duduk di TK kelas Nol Besar harus menyaksikan awal-awal kejatuhan keluarganya. Ayahnya tiba-tiba menghilang, sedangkan Ibunya dibawa oleh tentara. Karena hal tersebutlah, ia dan kakaknya sering berpindah-pindah alamat.

Sebagai anak ketiga dari lima bersaudara, Tjiptaning adalah yang paling beruntung karena masih sempat mengenyam pendidikan formal hingga akhirnya ia mampu menjadi seorang dokter. Ketika sudah lulus dari bangku kuliah, Tjiptaning kemudian membuka sebuah klinik kesehatan di Ciledug pada tahun 1992. Dari klinik yang dikelolanya, Tjiptaning akhirnya mulai berkenalan dengan para aktivis muda di Jakarta yang sering menentang kebijakan rezim orde baru di bawah pemerintahan Soeharto. Dari sinilah ia mulai mengenal dunia politik. Kemudian, Tjiptaning pun terjun ke dunia politik melalui keikutsertaannya dalam Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P).

Kiprahnya dalam dunia politik ia mulai dari nol. Tetapi, karena reputasinya di masa lalu, sangat sulit baginya untuk masuk dalam jajaran tertinggi perpolitikan Indonesia. Hingga Presiden Abdurrahman Wachid menghapuskan diskriminasi terhadap keluarga korban Gerakan 30 September 1965, karir politik Tjipta akhirnya mulai menunjukkan titik terang. Ia pun mampu mengikuti pemilu 2004 dan 2009 dan menduduki salah satu posisi penting di DPR RI saat ini.

PENDIDIKAN

S1 Kedokteran UKI Jakarta (1978-1990)

KARIER

1983 : Bergabung dalam Ormas Pemuda Demokrat
1988 : Menjadi Ketua Ranting PDI Lubang Buaya, Jaktim
1990 : Lulus dari fakultas Kedokteran UKI
1991 : Praktek sebagai dokter di RS Tugu Ibu
1992 : Membuka Klinik kesehatan “Waluya Sejati Abadi“ di bilangan Ciledug, yang kemudian di tutup oleh pemerintah karena diduga merupakan Klinik PKI
1998 : Gusdur menghapuskan diskriminasi terhadap Anak PKI sehingga Ribka bisa mendaftar sebagai Anggota parlemen berikutnya
2009 : Ketua Komisi IX DPR RI fraksi PDI-P
2014 : Anggota DPR RI Fraksi PDI P

“Politik dan Parpol bukan tujuan kepentingan, tetapi alat perjuangan Rakyat”

Meskipun semua masyarakat Indonesia mengetahui sejarah orang tua dari Ribka, namun Ribka masih tetap di terima oleh semua kalangan. Klinik yang dibuka oleh Ribka di tutup karena banyak menampung aktivis buruh dan diduga sedang melakukan rencana pergerakan yang membahayakan negara.

Ribka sempat di calonkan sebagai menteri kesehatan dalam kabinet Jokowi-JK dan menuai protes yang tinggi dari masyarakat. Ribka tidak datang saat pelantikan SBY-JK saat menjadi Presiden-Wapres dan mendapatkan teguran keras.

Ribka menerbitkan buku “Aku bangga jadi anak Pki “ yang kontroversional. Ribka mengkritik Presiden Jokowi karena batal meminta maaf pada keluarga PKI

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Ribka : Ada 20 Juta Kader PKI di Indonesia - LoperOnline.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top