News

BMKG Perbarui Data Gempa Sumbar, 7 Orang Tewas

BMKG Perbarui Data Gempa Sumbar

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperbarui data gempa bumi yang melanda Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar). Gempa Sumbar ini diketahui mengakibatkan jatuhnya korban jiwa.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menuturkan, pihaknya memperbarui data gempa di Pasaman Barat dari magnitudo 6,2 jadi magnitudo 6,1.

“Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa ini memiliki parameter dengan magnitudo 6,2, kemudian kami update 6,1," jelas Dwikorita dalam konferensi pers secara daring, Jumat (25/2/2022).

Ia menjelaskan, episenter gempa Sumbar berada di koordinat 0,14 derajat Lintang Utara, 99,94 derajat Bujur Timur. Tepatnya terletak di darat pada jarak 12 kilometer timur laut Pasaman Barat dengan kedalaman 10 kilometer.

Lihat Juga: Gempa di Pasaman Barat: Guncangan Terasa Hingga Malaysia dan Sebabkan 2 Orang Tewas

Dwikorita mengatakan, gempa di Pasaman Barat itu adalah jenis gempa kerak dangkal yang diakibatkan oleh aktivitas patahan aktif (sesar Sumatera).

“Hasil analisi sumber menunjukkan gempa memiliki mekanisme geser (strike slip)," ungkapnya.

7 Orang Tewas Akibat Gempa Sumbar

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkap sebanyak tujuh orang ditemukan meninggal dunia akibat gempa bumi di Sumatera Barat ini. Sebelumnya, dilaporkan enam orang meninggal dunia.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB menyebut jumlah tersebut adalah data sementara. Pihaknya, akan terus memperbarui data.

"Data sementara mencatat total jumlah korban meninggal mencapai tujuh orang," terang Abdul melalui keterangan tertulis, Jumat (25/2/2022).

Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB melaporkan pada pukul 16.30 WIB korban tewas akibat gempa Sumbar teridentifikasi tiga orang di Kabupaten Pasaman Barat. Sedangkan empat korban lainnya di Kabupaten Pasaman.

Sementara itu, lanjut Abdul, total korban terluka hingga 85 orang. Rinciannya yaitu 10 orang mengalami luka berat, 50 orang luka ringan di Pasaman Barat dan 25 orang di Pasaman.

"BPBD Kabupaten Pasaman belum merinci kategori korban luka-luka yang dilaporkan ke Pusdalops BNPB," tuturnya.

Abdul mengatakan, gempa Sumbar juga membuat warga harus mengungsi. Hingga saat ini, tercatat sekitar 5.000 warga mengungsi di 35 titik.

BPBD, lanjut Abdul, melaporkan titik pengungsian tersebar di kecamatan Pasaman, Kecamatan Talamau dan Kinali. Petugas di lapangan juga masih mendata warga yang mengungsi.

Setelah gempa bumi utama magnitudo 6,1, Pusdalops BNPB mendapat laporan adanya dua gempa susulan yang cukup kencang dengan magnitudo 5,0 pukul 11.02 WIB dan magnitudo 5,1 pada pukul 11.06 WIB.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Copyright © 2022 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top