News

Penuh Kontroversi, Boris Johnson Tidak Akan Kembali Ke Downing Street No. 10

Boris Johnson

Boris Johnson mengundurkan diri dari kontes pemilihan perdana Inggris yang baru pada Ahad (23/10/2022). Dia mengatakan, meski memiliki cukup dukungan untuk membuat pemungutan suara terakhir, mantan perdana menteri itu menyadari negara dan Partai Konservatif membutuhkan persatuan.

Seperti dilansir AFP, Senin (24/10/2022), keputusan mengejutkan itu menghilangkan hambatan besar bagi musuh politiknya, mantan Menteri Keuangan Rishi Sunak, untuk menjadi perdana menteri.

Johnson yang berusia 58 tahun mengatakan dia telah menghubungi Sunak dan anggota kabinet Penny Mordaunt–yang meluncurkan kampanye kepemimpinannya–untuk ‘bersatu demi kepentingan nasional’.

Tetapi Boris Johnson mengatakan mereka bertiga tidak dapat menemukan cara untuk melakukan itu.

“Oleh karena itu saya khawatir hal terbaik adalah saya tidak mengizinkan pencalonan saya untuk maju dan memberikan dukungan saya kepada siapa pun yang berhasil,” katanya dalam sebuah pernyataan.

Boris Johnson telah kembali pulang dari liburan di Karibia untuk mencoba dan mendapatkan dukungan dari 100 anggota parlemen untuk memasuki pemungutan suara pemilihan pemimpin partai pada Senin (24/10/2022). Pemilihan tersebut untuk menggantikan Liz Truss yang menggantikannya pada September, setelah Johnson dipaksa mundur karena serangkaian skandal.

Boris Johnson mengatakan, telah mendapatkan dukungan dari 102 anggota parlemen dan bisa saja kembali ke Downing Street. Namun, dia gagal membujuk Rishi Sunak atau pesaing lainnya Penny Mordaunt. Kegagalan ini akhirnya menyadarkannya untuk memilih mundur dan mendorong persatuan untuk kepentingan nasional.

“Saya yakin saya memiliki banyak hal untuk ditawarkan tetapi saya khawatir ini bukan waktu yang tepat,” ujarnya.

Pernyataan Boris Johnson kemungkinan membuka jalan bagi saingan beratnya, mantan Menteri Keuangan Sunak yang berusia 42 tahun untuk menjadi perdana menteri. Jika dikonfirmasi oleh para anggota parlemen, dia akan menggantikan Truss yang terpaksa mengundurkan diri setelah meluncurkan program ekonomi yang memicu gejolak di pasar keuangan.

Menurut aturan pemilihan yang dipercepat, jika hanya satu kandidat yang mendapat dukungan dari 100 anggota parlemen Konservatif, mereka akan diangkat menjadi perdana menteri pada  Senin. Jika terdapat dua kandidat melewati ambang batas, mereka akan maju ke pemungutan suara keanggotaan partai, dengan pemenang diumumkan pada Jumat (28/10/2022).

Ketetapan ini beberapa hari sebelum Menteri Keuangan baru Jeremy Hunt mengungkapkan keadaan keuangan negara dalam rencana anggaran yang jatuh tempo yang akan dirilis pada 31 Oktober.

Isu kembalinya Boris Johnson dalam persaingan perdana menteri telah menimbulkan kekhawatiran bahwa dia akan kembali ke Downing Street dengan dukungan anggota partai, bukan mayoritas anggota parlemen di parlemen. Kondisi ini akan membuat sebagai pemimpin yang lemah.

Beberapa pendukung Boris Johnson dapat beralih ke Mordaunt yang telah menampilkan dirinya sebagai kandidat persatuan, walau banyak yang segera beralih ke Sunak. Sebuah sumber yang dekat dengan kampanye Mordaunt mengatakan, mantan menteri pertahanan itu akan melanjutkan kontes tersebut.

“Dia adalah kandidat pemersatu yang kemungkinan besar akan menyatukan sayap Partai Konservatif,” kata sumber itu.

Rishi Sunak Unggul dari Boris Johnson

Boris Johnson
Rishi Sunak siap maju menjadi PM Inggris

Sementara, disisi lain Rishi Sunak membenarkan pada Ahad (23/10), bahwa mencalonkan diri dalam perlombaan kepemimpinan. Menurut penghitungan tidak resmi oleh BBC dan Sky News, dia mendapat dukungan dari setidaknya 124 anggota parlemen Konservatif. Jumlah ini jauh di depan dengan dukungan minimal 100 nominasi yang dibutuhkan untuk lolos.

Menanggapi mundurnya Boris Johnson, Rishi Sunak tampaknya akan menjadi perdana menteri Inggris berikutnya.

Seorang reporter Sky News melaporkan, Johnson menerima ejekan oleh beberapa penumpang di pesawat dalam perjalanan pulang liburan dari Karibia ke Inggris. Johnson mengenakan jaket gelap dan ransel. Dia melambai kepada fotografer setelah mendarat di Bandara Gatwick London.

Boris Johnson meninggalkan jabatannya dengan skandal pesta di Downing Street saat pemerintah menetapkan aturan lockdown yang ketat di tengah pandemi Covid-19. Skandal ini membuat ketidakpercayaan publik terhadap Johnson menurun. 

Prospek jabatan perdana menteri Johnson lainnya adalah masalah polarisasi bagi banyak orang di Partai Konservatif, yang sangat terpecah setelah memecat empat perdana menteri dalam enam tahun.

Anggota parlemen dari Partai Konservatif, Andrew Bridgen,  mengatakan, dia mungkin mengundurkan diri dari parlemen jika Boris Johnson kembali menjabat sebagai perdana menteri. Sementara mantan pemimpin partai Konservatif William Hague menyatakan, kembalinya Boris Johnson akan mengarah pada “spiral kematian” bagi partai tersebut.

Baca juga: Daftar Skandal PM Inggris Boris Johnson yang Didesak Mundur dari Jabatannya

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2022 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top