News

Budi Said, Konglomerat Surabaya Yang Gugat Antam 1,1 Ton Emas

Budi Said, Konglomerat Surabaya Yang Gugat Antam 1,1 Ton Emas

Konglomerat asal Surabaya, Budi Said, menjadi korban penipuan jual-beli emas. Ia tertipu pembelian emas sebanyak 1,1 ton atau senilai Rp 573 miliar (harga emas saat itu Rp 505.000/gram). Diketahui kasus tersebut berawal dari pertemuannya dengan seseorang di toko emas yang terletak di Krian pada Februari 2018 lalu.

Saat itu, ia mendengar Antam tengah mengadakan diskon penjualan emas batangan. Budi kemudian ke Gedung Antam Surabaya dan bertemu dengan pimpinannya. Selain itu, ia juga berkenalan dengan seorang marketing bernama Eski Angraini. Saat itu, Eski menawarkan emas seharga Rp 530 juta per kilogram.

Emas tersebut akan diterima setelah 12 hari kerja sesudah uang dibayarkan ke rekening PT Antam. Budi Said mengaku percaya, karena yang menjelaskan hal tersebut adalah orang yang mengaku sebagai karyawan Antam dan pembayarannya juga ditransfer ke rekening Antam.

Belakangan, Eski menghubungi Budi dan mengatakan bisa membantunya mengurus pembelian emas dengan syarat komisi Rp 10 juta per kilogram. Budi menyatakan sepakat dan mentransfer uang sebesar Rp 10,6 miliar ke rekening Antam.

Budi lalu melakukan transaksi lagi hingga 73 kali transfer, total yang telah ia bayarkan adalah Rp 3,9 triliun dengan harapan akan mendapat 7 ton emas. Hingga kasus ini berjalan Budi Said baru menerima emas sebanyak 5.935 kilogram. Sedangkan sisanya, yaitu 1.136 kilogram emas belum dikirim. Akhirnya, ia melaporkan kasus tersebut pada akhir 2018 lalu dan bergulir ke pengadilan.

Pada 10 Desember 2019, Pengadilan Negeri Surabaya memutuskan Eski sebagai tersangka penipuan secara bersama-sama. Pengadilan Negeri Surabaya memenangkan gugatan Budi terhadap PT Aneka Tambang Persero Tbk. Antam dijatuhi hukuman membayar kerugian sebesar Rp 817,4 miliar atau setara dengan 1,1 ton emas kepada Budi Said.

Berdasarkan SIPP, gugatan bernomor perkara 158/Pdt.G/2020/PN Sby diajukan pada 7 Februari 2020. Kemudian, pembacaan putusan dilaksanakan pada 13 Januari 2021.

Lihat Juga: Penipuan Kacamata Ray Ban di Instagram Menjalar ke Indonesia

“Terkait dengan putusan PN Surabaya terhadap kasus gugatan Budi Said mengenai pembelian emas di butik Surabaya pada 13 Januari 2021. ANTAM melalui kuasa hukumnya akan mengupayakan pengajuan banding,” terang SVP Corporate Secretary, Kunto Hendrapawoko seperti yang dikutip dari laman detikcom, Minggu (17/1/2021).

Selain ganti rugi emas seberat 1,136 ton, Budi Said juga meminta ganti rugi immateril kepada Antam sebesar Rp 500 miliar secara seketika dan sekaligus setelah perkara memiliki kekuatan hukum tetap. Sesuai isi putusan dalam perkara tersebut, Budi juga meminta Antam untuk membayar uang paksa sebesar Rp 100 juta untuk setiap keterlambatan Antam dalam memenuhi pembayaran ganti rugi.

Copyright © 2021 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top