News

Bukan Jakarta, Pekalongan-Semarang Bakal Tenggelam Lebih Cepat

Pekalongan-Semarang Bakal Tenggelam Lebih Cepat Dari Jakarta

Isu soal Jakarta akan tenggelam bukan satu-satunya yang menarik perhatian Indonesia. Sebab ternyata tiga daerah lain ini akan tenggelam lebih cepat dari Ibu Kota. Penurunan tanah di DKI Jakarta sudah jadi rahasia umum.

Menurut Kepala Laboratorium Geodesi ITB, Dr Heri Andreas, terdapat 7 penyebab menurunnya tanah. Yaitu pengeringan lahan gambut, efek teknonik, geothermal, eksploitasi minyak dan gas, komplikasi ilmiah, beban urugan dan infrastruktur serta eksploitasi air tanah.

Untuk kompaksi alamiah dan beban urugan infrasturktur dapat menyebabkan penurunan tanah sekitar 1-2 cm per tahun. Sementara Jakarta sendiri pernah mengalami penurunan tanah 10-20 cm per tahun. Kemungkinan besar, eksploitasi tanah adalah factor terbesar penyebab turunnya tanah DKI.

Namun ternyata saat ini penurunan DKI bukanlah prioritas. Sebab Pekalongan, Demak dan Semarang jadi daerah yang mengalami penurunan cukup signifikan dibanding DKI.

“Semarang, Demak dan Pekalongan kini mengalami penurunan tanah sangat tinggi yaitu 15-20 cm. Kondisi ini serupa dengan DKI tahun 2007-2011,” kata Heri.

Kondisi tersebut tentu sangat mengkhawatirkan. Sebab jika dilihat, infrastruktur di tiga derah tersebut tak sebanyak DKI, hal ini menadakan adanya eksploitasi air tanah secara berlebihan.

“Hanya eksploitasi tanah yang menjadi jawabannya. Tapi kita belum memiliki data ukur, seharusnya kita mulai menganalisa keadaan air tanah di Semarang, Demar dan Pekalongan,” urainya.

Lihat Juga: Soal Proyeksi Jakarta Tenggelam, PDIP ke Biden: Urus Negaramu!

Dari pemantauan Heri, banyak persawahan di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur yang menggunakan air tanah sebagai sumber irigasi. Hal ini juga menjadi salah satu faktor yang parur untuk diperhitungkan.

“Di Jawa 90 pasokan air itu dari air tanah dan pemerintah mendistribusikannya kepada masyarakat,” ujarnya.

Tidak heran, banjir rob seakan menjadi sahabat bagi ketiga wilayah tersebut. Kondisi ini makin diperparah dengan tidak masuknya banjir rob ke dalam Undang Undang Kebencanaan. Sehingga tidak dianggap sebagai bencana.

“Bagi dasar kementerian kelembagaan untuk membentuk anggaran harus regulasinya, jika tidak ya tak akan smooth,” lanjutnya.

Sementara ini baru wilayah Jakarta yang mendapat kesempatan untuk lebih diperhatikan. Sehingga Semarang, Demak dan Pekalongan harus bersabar jika dilanda banjir rob.

“Kita pernah membicarakan ini, dari DPRD hanya dapat memberi bantuan dari sisa anggaran saja,” pungkasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Copyright © 2022 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top