News

Bukan Yang Pertama, Diduga Drone Mata-mata China Juga Ditemukan 2019 Lalu

Bukan Yang Pertama, Diduga Drone Mata-mata China Juga Ditemukan 2019 Lalu

Penemuan drone mata-mata China pada awal tahun ini ternyata bukanlah untuk pertama kalinya. Drone yang diduga milik mata-mata China juga pernah ditemukan jatuh di perairan Bintan. Saat itu, masyarakat sekitar mengira drone berukuran dua meter tersebut adalah sebuah rudal.

Pernah Ditemukan Di Bintan Pada 2019

Dikutip dari Tribunnews.com, saat ditemukan di perairan Pulau Tenggel, Bintan, Kepulauan Riau, drone tersebut tidak berbahaya karena sudah tidak berfungsi. Saat ditemukan, drone tersebut dalam kondisi yang sudah berkarang. Diduga benda tersebut jatuh sejak Desember 2018.

Kapolres Bintan kala itu, AKBP Boy Herlambang, mengatakan bahwa benda tersebut bukanlah rudal melainkan sebuah drone. Setelah dilakukan pengecekan, diketahui bahwa drone tersebut buatan China dan diduga milik sebuah lembaga penelitian China yang terhanyut sampai ke Indonesia.

“Itu bukan rudal, tetapi drone laut, yang biasanya digunakan untuk penelitian bawah laut,” terang Boy, dikutip dari tribunnews.com (24/3/2019).

“Hasil pengecekan juga menyebutkan drone ini buatan China. Mungkin lembaga penelitian dari China melakukan penelitian namun hanyut sampai ke laut kita, yakni Pulau Tenggel,” sambungnya.

Drone Mata-mata China Kembali Ditemukan Awal Januari 2021

Diketahui drone mata-mata yang diduga milik China kembali ditemukan di laut Indonesia, lebih tepatnya di dekat Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Drone berbentuk seperti rudal tersebut telah diamankan di Pangkalan Angkatan Laut di Makassar.

“Tidak ada info dari kepolisian, karena saat ini benda tersebut berada di bawah otoritas Kodim Selayar,” jelas Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Ibrahim Tompo, dikutip dari Tribunnews, Sabtu (2/1/2021).

Sedangkan, Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PKS, Sukamta berpendapat hal ini menjadi PR bagi Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.

Sukamta turut menyoroti kurangnya sistem keamanan teritori Indonesia dan menunjukkan kemampuan pertahanan RI yang tertinggal dari segi teknologi.

“Ini pekerjaan rumah Pak Menhan untuk mendorong percepatan pengembangan teknologi penginderaan jarak jauh,” kata Sukamta dalam keterangannya, Sabtu (2/1/2021).

Sukamta juga mendorong pemerintah untuk melakukan penyelidikan dan mengungkap asal usul drone mata-mata China tersebut. Jika memang terbukti milik China maupun negara lain, maka pemerintah harus melakukan tindakan tegas.

Lihat Juga: Tak Bisa Lacak Drone Bawah Laut China, Ubedilah Pertanyakan Anggaran Kemenhan!

“Drone bawah air tersebut sudah masuk sangat dalam ke wilayah Indonesia.”

Ini sinyal bahwa selama ini wilayah laut kita sangat mudah diterobos pihak asing. Sangat mungkin selama ini sudah banyak drone yang berkeliaran di wilayah Indonesia dan mengambil data-data penting geografis dan potensi laut Indonesia. Artinya keamanan nasional sangat rentan” terang Sukamta.

Sukamta mengatakan Indonesia dapat bekerjasama dengan beberapa negara lain untuk pengalihan teknologi. Selain juga meningkatkan riset nasional untuk mengembangkan teknologi yang dapat mendukung sistem pertahanan nasional yang kuat. Di lain sisi, Sukamta juga meminta TNI AL dan Bakamla untuk memperkuat patroli laut terutama di wilayah-wilayah rentan seperti pintu-pintu masuk Indonesia.

Copyright © 2021 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top