News

Buntut Pernyataan ‘Tidak Percaya COVID-19’, Dr Lois Kini Digiring Ke Bareskrim

Dr Lois Digiring Ke Bareskrim Karena Berita Hoax

Polda Metro Jaya telah menyerahkan kasus dugaan hoax dr Lois Owien ke Bareskrim Polri, malam ini dr Lois digiring menuju Bareskrim.  Mengutip detikcom, dokter Lois keluar dari ruang penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya pukul 18.58 WIB.

Sebelumnya, dokter Lois menjadi viral karena pernyataan kotroversialnya terkait COVID-19. Karena pernyataan itulah ia dianggap telah menyebarkan hoax.

“Dokter L sudah menyebarkan berita bohong dan menyiarkan berita atau pemberitaan bohong dengan sengaja yang bisa menyebabkan keonaran di tengah masyarakat,” tutur Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan dalam konferensi pers virtual di Mabes Polri, Senin (12/7/2021).

Lihat Juga: 5 Hoaks Seputar PPKM Darurat, Terbaru SPBU Tutup-Upaya Halangi Idul Adha

Diduga Menyebarkan Hoax Di 3 Platform

Tak hanya itu, penyidik juga mengamankan dr Lois terkait dugaan pelanggaran wabah penyakit menular.

“Dan menghalangi pemberlakuan penganggulangan wabah penyakit menular yang ia lakukan di sejumlah platform medsos,” ujarnya.

Ahmad Ramadhan lalu menyebut salah satu postingan dokter Lois yang dinilai sebagai hoax tersebut.

“Di antaranya yaitu postingannya, ‘korban yang selama ini tutup usia dikarena COVID-19 bukan akibat COVID-19. Tetapi disebabkan interaksi antar obat serta pemberian obat dalam tata cara’,” terangnya.

Dokter Loise diamankan oleh Polda Metro Jaya pada Minggu (11/7/2021) sore WIB.

Dokter Tirta Jadi Saksi Ahli Kasus Dr Lois

Dalam kasus dugaan hoax dr Lois Owien yang menimbulkan keonaran, dr Tirta jadi saksi ahli.

“Kemarin saya diminta menjadi saksi ahli untuk wawancara memberi statement dia,” kata dr Tirta, Senin (12/7/2021).

Menurut dr Tirta, ia dimintai tanggapan terkait narasi yang selama ini diucapkan oleh dr Lois melalui media sosial miliknya. Selain itu, beberapa perwakilan dokter dari IDI (Ikatan Dokter Indonesia) juga dimintai keterangan oleh pihak berwajib.

Menurut dr Tirta, dr Lois terjerat dugaan penyebaran informasi yang menghalangi penanganan penyakit menular.

“Setahu saya sih saat wawancara saksi (ahli), setahu saya jika tidak salah menyebarkan informasi yang dapat menghalangi penanganan wabah. Sehingga kalau tidak salah terjerat UU wabah yang intinya menghambat penanganan wabah di Indonesia,” terang dr Tirta.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top