News

Buntut ‘Singapura Surga Koruptor’, ICW Desak Karyoto Dipecat

Buntut ‘Singapura Surga Koruptor’, ICW Desak Karyoto Dipecat

Pernyataan Deputi Penindakan KPK, Karyoto yang menyebut Singapura surga koruptor berbuntut panjang. Setelah pemerintah Singapura geram dengan pernyataan itu, kini Indonesia Corruption Watch (ICW) mendesak pemecatan Karyoto dari jabatannya sebagai Deputi Penindakan KPK

ICW meminta Karyoto dikembalikan ke ‘tempat asalnya’, yakni kepolisian.

“ICW mendesak agar pimpinan KPK segera memecat dan mengembalikan Inspektur Jenderal Karyoto ke institusi asalnya, yakni kepolisian,” kata Peneliti ICW, Kurnia Ramadhan, Minggu (11/4/2021).

Kurnia kemudian menyoroti lima persoalan serius yang pernah dilakukan Karyoto. Pertama, kata dia, berkaitan dengan penanganan kasus Harun Masiku yang hingga kini masih menjadi buronan.

“Pertama, Deputi Penindakan diduga tidak pernah melakukan evaluasi terhadap tim yang mencari keberadaan buronan Harun Masiku. Padahal salah satu pimpinan KPK sempat mengutarakan berencana akan mengevaluasi tim tersebut. Namun, sepertinya perintah itu tidak ditindaklanjuti oleh Karyoto,” tegas dia.

Kedua, kata Kurnia, Karyoto memberikan perlakuan spesial kepada saksi kasus dugaan suap proyek sistem penyediaan air minum di Kementerian PUPR, Agung Firman pada Desember 2020 lalu. Adapun yang ketiga berkaitan dengan penanganan kasus korupsi ekspor benur Edhy Prabowo.

“Ketiga, penanganan perkara korupsi ekspor benih lobster, Kaaryoto menyebutkan tidak membutuhkan keterngan dari sekretaris jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan, Antam Novambar. Padahal Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri sudah menyampaikan terkait adanya perintah Edhy Prabowo kepada Antam Novambar dalam hal Bank Garansi. Lagi pula, sebelum ia menyampaikan hal itu, KPK lebih dulu mengirimkan surat panggilan sebagai saksi kepada Antam” terangnya.

Keempat, Kurnia menyebut Karyoto lambat dalam menangani kasus korupsi paket sembako Juliari Batubara. Kelima berkaitan dengan penanangan kasus dugaan korupsi pengadaan tanah di Jakarta Timur.

“Kelima, beberapa hari lalu, Deputi Penindakan menyatakan bahwa KPK telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan tanah di Jakarta Timur, salah satunya Yoory. Padahal, pimpinan KPK belum mengumumkan secara resmi perkembangan penanganan perkara itu,” sambungnya.

Karyoto Sebut Singapura Surga Koruptor

Sebelumnya, Deputi Penindakan KPK, Karyoto menyebut Singapura surga koruptor. Pernyataan itu muncul ketika membicarakan soal kasus dugaan korupsi proyek e-KTP yang mana Paulus Tannos ditetapkan sebagai tersankga. Paulus diketahui bermukin di Negeri Singa itu.

“Kalau yang namanya pencarian (tersangka) dan kemudian dia berada di luar negeri. Apalagi Singapura, secara hubungan antar negara memang di Singapura nih kalau orang yang sudah dapat permanent residence dan lain-lain agak repot. Sekalipun dia sudah ditetapkan tersangka,” terang Karyoto belum lama ini.

“Dan kita tahu bahwa satu-satunya negara yang tidak menandatangani ekstradisi yang berkaitan dengan korupsi adalah Singapura. Itu surganya koruptor, yang paling dekat adalah Singapura,” sambungnya.

Pemerintah Singapura pun murka disebut sebagai surga koruptor. Menanggapi hal itu, pemerintah Singapura menegaskan tudingan Karyoto tidak berdasar.

“Tidak ada dasar untuk tuduhan tersebut. Singapura telah memberikan bantuan kepada Indonesia dalam beberapa investigas sebelumnya dan yang sedang berlangsung,” respons pemerintah Singapura melalui Kementerian Luar Negeri-nya.

Pemerintah Singapura menyatakan akan siap membantu Indonesia dalam menangani berbagai kasus terjadi jika dibutuhkan. Negeri Singa itu pun siap melakukan kerja sama dengan Indonesia dalam upaya penegakan hukum.

“Singapura telah memberikan dan akan terus memberikan bantuan yang diperlukan kepada Indonesia jika Singapura menerima permintaan dengan informasi yang diperlukan melalui saluran resmi yang sesuai. Singapura berkomitmen kuat pada supremasi hukum dan pemerintahan yang baik. Kami akan bekerja dama dengan Indonesia sesuai dengan hukum domestik dan kewajiban internasional kami,” imbuhnya.

Copyright © 2021 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top