News

Buntut Tes Antigen Bekas, Erick Thohir Pecat Jajaran Direksi Kimia Farma Diagnostika

Buntut Tes Antigen Bekas, Erick Thohir Pecat Jajaran Kimia Farma Diagnostika

Menteri BUMN RI Erick Thohir mengambil keputusan tegas dengan memecat seluruh direksi Kimia Farma Diagnostika (KFD). Langkah ini ia ambil karena berkaitan dengan perkara antigen bekas di Bandar Udara Kualanamu, Sumatera Utara.

KFD sendiri memiliki dua direksi, pertama adalah direktur utama perusahaan yang dijabat oleh Adil Fadilah Bulquni. Ia adalah lulusan Universitas Padjadjaran Bandung dengan jurusan profesi apoteker 1996. Kemudian, pada tahun 2012 ia meraih gelar magister manajemen. Baru pada 12 Maret 2015, melalui RUPS PT Kimia Farma Diagnostika ia ditetapkan sebagai direktur utama.

Direksi lainnya diisi oleh Ilham Sabariman sebagai direktur keuangan umum & SDM. Ia mendapat gelar sarjana manajemen pada 1989. Senada dengan rekannya, ia menjadi direktur melalui RUPS pada 12 Maret 2015.

Erick Thohir menuturkan, keputusan ini diambil usai melewati kajian komprehensif dengan terbuktinya kasus alat antigen bekas. Sementara, yang menyangkut soal masalah hukum menjadi ranah aparat.

Lihat Juga: Keterlaluan! Oknum Kimia Farma Pakai Alat Tes Antigen Bekas Pakai

“Usai melakukan pengkajian secara komprehensif, langkah ini harus diambil. Lalu, hal yang menyangkut hukum adalah ranah dari aparat yang berwenang,” tutur Erick dalam keterangan tertulisnya.

Erick Thohir menegaskan seluruh BUMN memiliki kesepakatan bersama untuk bekerja profesional sesuai core value, yaitu amanah, kompeten, kolaboratif, loyal, harmonis, dan adaptif. Menurutnya, perkara penggunaan alat tes antigen bekas ini dinilai tak sejalan dengan core value tersebut.

“Sebab memang sudah tidak sejalan dengan core value itu. Jadi tak memandang siapa dan apa jabatannya, jadi kami persilahkan untuk bekerja di tempat lain,” ujar Erick.

Erick pun mengatakan ada kelemahan sistem yang membuat kasus ini bisa terjadi. Hal ini pun berdampak luas pada kepercayaan masyarakat. Menurutnya, sebagai perusahaan yang bergerak di layanan kesehatan, rasa kepercayaan yang didapat dari kualitas pelayanan jadi suatu hal yang tidak dapat ditawar.

“Akumulasi dari semua hal itu membuat kami berkewajiban untuk mengambil langkah tersebut. Ini bukan langkah untuk memberikan hukuman, namun langkah untuk menegakkan serta memastikan kalau semua BUMN memiliki komitmen untuk melayani, melindungi, dan juga bekerja bagi kepentingan masyarakat,” kata Erick Thohir.

To Top