News

Buru Harun Masiku, KPK Minta Interpol Terbitkan Red Notice

Buru Harun Masiku, KPK Minta Interpol Terbitkan Red Notice

KPK masih mencari anggota DPR Harun Masiku yang menjadi tersangka dalam kasus suap pergantian antarwaktu. KPK pun meminta Interpol untuk menerbitkan red notice.

“Sebagai salah satu tindakan nyata KPK untuk secepatnya mencari serta menemukan keberadaan DPO atas nama Harun Masiku (HM). Senin (31/5/2021), KPK sudah mengirim surat ke National Central Bureau (NCB) Interpol Indonesia supaya bisa diterbitkan red notice,” ujar Ali Fikri, PLT Jubir KPK kepada pers, Rabu (2/6/2021).

Ali Fikri menuturkan permohonan pernerbitan red notice tersebut sudah dikirim pada hari Senin (31/5/2021). Hal ini dilakukan supaya proses penyidikan kasus Harun dapat secepatnya diselesaikan.

“Usaha ini dilakukan supaya DPO secepatnya ditemukan jadi proses penyidikan kasus dengan tersangka HM itu bisa segera dituntaskan,” kata Ali.

Sebelumnya, Firli Bahuri, Ketua KPK menuturkan pihaknya terus berusaha mencari tersangka perkara suap pergantian antarwaktu anggota DPR RI itu. Salah satu upaya yang dilakukan yaitu membuat surat pencarian.

Lihat Juga: Harun Masiku Disebut Meninggal, KPK: Kami Tetap Mencarinya!

“Soal sejumlah tersangka yang belum tertangkap. Saya ingin menyampaikan, tiga hari yang lalu kita juga telah membuat surat terhadap para pihak untuk mencari keberadaan yang bersangkutan,” tutur Firli.

Harun Masiku merupakan salah satu dari 4 daftar pencarian orang (DPO) yang belum ditemukan KPK. Firli mengatakan, apabila alat bukti mencukupi, tentunya KPK akan terus memburu tersangka.

“Seingat saya, terdapat sepuluh DPO yang kita cari dan telah beberapa tertangkap, yang belum tertangkap salah satunya yaitu Harun Masiku. Mengenai tiap orang menjadi tersangka yang telah ditangkap KPK, artinya cukup bukti,” kata Firli kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Selasa (1/6/2021).

“Bahwa dengan berdasarkan bukti yang mencukupi, KPK tak pernah berhenti untuk memburu tersangka. Sebab penyidikan merupakan salah satu tindakan penyidik berdasarkan UU untuk mencari mengumpulkan keterangan saksi serta mengumpulkan barang bukti untuk mengungkap suatu kasus dan menemukan tersangka,” lanjutnya.

Ia juga menegaskan bahwa pencarian Harun Masiku bukanlah tanggung jawab satu pihak saja, melainkan tanggung jawab bersama.

To Top