News

Cak Imin Masih Bicara Penundaan Pemilu, Tapi Pengin Nyapres 2024

Cak Imin Masih Bicara Penundaan Pemilu, Tapi Pengin Nyapres 2024

Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar masih terus mendengungkan isu penundaan Pemilu. Di sisi lain, pria yang akrab dipanggil Cak Imin itu pengin menjadi capres 2024. Sebenarnya, apa maunya Cak Imin?

Terbaru, pimpinan PKB itu menuturkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mungkin saja menyetujui penundaan Pemilu apabila semua partai kompak menyuarakan itu. Pernyataan ini disampaikan oleh Cak Imin saat menungjungi Pendopo Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Senin (7/2/2022).

“Kalau partai-partai kompak, pasti setuju, tapi kalau partai-partai kompak ya nggak tahu,” kata Cak Imin.

Di sisi lain, Cak Imin menyatakan siap mencalonkan diri sebagai salah satu kontestasi di Pilpres 2024. Salah satu pimpinan DPR itu menyatakan siap tempur di 2024 mendatang.

“Ditunda nggak ditunda (Pemilunya) ya siap kita. Siap tempur,” tegas Cak Imin.

Cak Imin: Saya Harus Jadi Presiden!

Sebelumnya, Cak Imin menyuarakan dirinya yang ingin menduduki kursi nomor satu di Indonesia. Cak Imin menyinggung soal loyalitas pemilih PKB tertinggi di antara partai-partai lainnya, tidak terkecuali PDIP.

“Loyalitas pemilih ini tertinggi PKB dibandingkan dengan partai yang lain, yang kedua PDIP. Kita nomor satu, kemudian PDIP. Ini perlu kita ketahui supaya kita komit pada loyalitas mereka,” papar Cak Imin, kemarin Minggu (6/3/2022).

“Makanya, saya harus jadi Presiden. Karena, saya ingin membalas loyalitas teman-teman semua kader PKB dengan kemajuan, kesejahteraan, kekuatan Indonesia (yang) bersaing dengan negara-negara lain,” tandasnya.

Cak Imin menyatakan PKB siap memimpin Indonesia. Bukan asal-asalan, dikatakan olehnya, PKB memiliki modal besar untuk mencapai hal itu.

“Walhasil PKB siap memimpin negeri ini. PKB siap memimpin bangsa ini. PKB siap mengelola dan menata bangsa ini. Bukan isapan jempol, bukan karena ikut-ikutan karena kita punya semacam modal besar, desain, teori, rencana, cita-cita dan lengkap,” tambahnya.

Pemerintah Tak Pernah Bahas Penundaan Pemilu

Adalah Menko Polhukam Mahfud Md menyatakan pemerintah selama ini tidak pernah membahas tentang dilakukannya penundaan Pemilu 2024. Mahfud Md menegaskan pemerintah juga tidak pernah membincangkan soal perpanjangan masa jabatan Presiden.

“Di tubuh pemerintah sendiri tidak pernah ada pembahasan tentang penundaan Pemilu maupun penambahan masa jabatan Presiden/Wapres baik menjadi tiga periode maupun satu atau dua tahun. Sama sekali tidak pernah ada pembicaraan terkait penundaan ” terang Mahfud Md, Senin (7/3/2022).

Mahfud Md kemudian mengungkap pesan Jokowi dalam rapat kabinet yang diselenggarakan pada 14 September dan 27 September 2021. Pesan Jokowi itu, kata dia, terkait dengan Pemilu 2024.

“Memastikan Pemilu 2024 berjalan aman, lancar, tidak memboroskan anggaran, tidak terlalu lama masa kampanye dan juga tidak terlalu lama jarak antara pemungutan suara dan hari pelantikan pejabat-pejabat hasil Pemilu dan Pilkada 2024,” ungkapnya.

Di sisi lain, Staf Khusus Mensesneg Faldo Maldini meminta tidak ada lagi elit politik yang membicarakan soal penundaan Pemilu. Faldo menegaskan Presiden Jokowi sudah jelas menyatakan sikapnya.

“Saya kira tidak perlu dikembang-kembangkan lagi. Presiden sudah jelas bersikap. Jangan sampai ada yang bikin imajinasi, kaget sama imajinasinya, terus marah sama imajinasinya sendiri. Kan aneh!” kata Faldo, Senin (7/3/2022).

Faldo mengungkapkan sikap Presiden yang dimaksud yakni tunduk terhadap konstitusi. Akan tetapi, dia menegaskan usulan dari pihak lain boleh didengar.

“Tunduk kepada konstitusi dan perundang-undangan, itu kan isi sumpah Presiden. Jadi kalau kita percaya pada negara kita, ini tidak perlu dipertanyakan lagi. Soal usulan, ya harus didengar, namanya dengar pikiran orang, pasti perasaan bisa beda-beda. Saya kira kita harus move on ke pekerjaan utama kita kembali,” sambungnya.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Copyright © 2022 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top