News

Cegah Gelombang Ketiga COVID-19, Pemerintah Hapus Cuti Bersama Natal Dan Tahun Baru

Cegah Gelombang Ketiga COVID-19, Pemerintah Hapus Cuti Bersama Natal Dan Tahun Baru

Pemerintah Indonesia memutuskan untuk meniadakan cuti bersama Natal dan tahun baru (Nataru). Hal tersebut dilakukan untuk mencegah gelombang ketiga COVID-19.

“Kita usahakan menekan seminimal mungkin yang akan bepergian. Dan ini telah diberi pagar-pagar pembatas. Mulai dari tak ada libur cuti bersama. Lalu, pelarangan mereka untuk ambil cuti akan kita berlakukan,” kata Muhadjir dalam keterangannya, Rabu (27/10/2021).

Muhadjir mengatakan libur Nataru selalu identik dengan meningkatnya mobilitas masyarakat. Karena itu, pemerintah telah membuat Langkah untuk mengantisipasi melonjaknya angka COVID-19 pada akhir tahun. Salah satunya dengan menggeser cuti bersama nataru pada 24 Desember. Keputusan tersebut telah diumumkan sejak Juni 2021 lalu dan tercantum dalam SKB Tiga Menteri No 712 Thn 2021, No 1 Thn 2021, dan No 3 Thn 2021 terkait Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2021.

Selain itu pemerintah juga telah melakukan rapat koordinasi untuk persiapan angkutan Natal 2021 dan tahun baru 2022. Rapat koordinasi tersebut dilakukan pada Selasa (26/10/2021) bersama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, perwakilan Dirlantas seluruh Indonesia, Dinas Perhubungan seluruh Indonesia dan Satgas COVID-19.

Muhadjir menuturkan butuh sosialisasi yang masif kepada masyarakat untuk tak melakukan mobilitas saat libur akhir tahun.

“Saya mohon nanti ada kampanye besar-besaran untuk mengimbau masyarakat supaya tak bepergian. Tak pulang kampung maupun bepergian dengan tujuan yang tak primer,” ujarnya.

Golkar-PKS Setuju Cuti Bersama Dihapus

Netty Prasetiyani, Anggota Komisi IX dari Fraksi PKS, menyatakan dukungannya kepada pemerintah untuk menghapus cuti bersama nataru 2021. Menurutnya, perlu untuk meningkatkan pengendalian COVID-19 saat akhir tahun.

“Penghapusan cuti Natal dan tahun baru tersebut tepat untuk pengendalian kasus COVID-19 di Indonesia sebab biasanya mobilitas ataupun pergerakan orang bakal semakin masif menjelang libur akhit tahun,” tutur Netty, seperti dikutip dari detikcom, Rabu (27/10/2021).

Lihat Juga: Pemerintah Pangkas Cuti Bersama 2021, Berikut Daftarnya!

“Kita harus belajar dari pengalaman, di mana kita pernah panen kasus usai libur Idul Fitri 2021. Bahkan waktu itu fasilitas kesehatan juga tak dapat menampung, ujungnya terjadi penumpukan pasien,” sambungnya.

Selain PKS, partai Golkar juga menyetujui kebijakan ini. Menurutnya, dibutuhkan langkah-langkah yang sistematis untuk menanggulangi pandemi.

“Pandemi masih ada, dan potensi gelombang ketiga dapat terjadi jika taka da Langkah pencegahan serius serta sistematis. Termasuk kebijakan penghapusan cuti bersama saat libur Natal dan tahun baru,” ucap  Wakil Ketua Komisi IX DPR Fraksi Golkar Melkiades Laka Lena, Rabu (27/10/2021).

Menurutnya, mungkin ada efek buruk dari kebijakan tersebut, namun hal ini demi Kesehatan rakyat Indonesia.

“Pada prinsip Kesehatan, lebih baik mencegah daripada mengobati. Peraturan ini mencegah orang terpapar COVID-19,” sambungnya.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2021 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top