News

CEO-nya Jadi Tersangka, Apa Itu Jouska?

CEO-nya Jadi Tersangka, Apa Itu Jouska?

Masyarakat mulai banyak mencari tahu tentang Jouska yang kasusnya Kembali mencuat. Apalagi kini CEO Jouska, Aakar Abyasa Fidzuno telah menjadi tersangka dugaan penipuan, penggelapan dan pencucian uang (TPPU).

PT Jouska Financial Indonesia merupakan perusahaan konsultan investasi dan penasihat keuangan. Perusahaan ini mulai dikenal pada 18 Juli 2017 melalui akun Instagram @jouska_id. Lewat media sosial tersebut, Jouska memperkenalkan diri sebagai sebuah firma konsultan keuangan independen.

Untuk menggaet peminat, mereka memberikan tips-tips pengelolaan uang yang baik secara gratis. Karena itulah pengikutnya terus merangkak hingga 756.000an.

Kegiatan Operasional Ditutup

Lihat Juga: Mengenal Trading Indeks Saham

Pada 2020 lalu SWI (Satgas Waspada Investasi) telah meminta perusahaan itu untuk menutup seluruh kegiatannya. Hal ini dikarenakan perusahaan tersebut tidak memiliki izin yang disyaratkan apabila ingin mengelola investasi nasabah, alias bodong. Perusahaan itu ternyata hanya mengantongi izin usaha jasa pendidikan, bukan financial advisor atau financial planner.

Klien Jouska Melaporkan Kerugian

Sejumlah klien Jouska merasa dirugikan hingga akhirnya mereka membuat laporan ke polisi. Para klien tersebut mengeluhkan akses pengelolaan portofolio investasi saham mereka yang dimiliki Jouska. Dana investasi itu pun dibelikan saham yang sama, yaitu PT Sentral Mitra Informatika Tbk (LUCK). Pembelian tersebut bahkan dilakukan saat LUCK pertama kali IPO pada akhir tahun 2018.

Diketahui saham IPO berisiko tinggi karena kinerja fundamental perusahaan yang belum diketahui. Saham ini memang sempat menyentuh angka Rp 2.000an, namun kemudian menurun drastis hingga Rp 312 per lembar.

Tidak itu saja, para klien tersebut juga mengaku telah meminta perusahaan itu untuk menjual saham tersebut. Tapi, permintaannya tak dilakukan dan akhirnya mereka merugi. Ada beberapa portofolio investasi kliennya yang turun Rp 30 juta, Ro 50 juta sampai Rp 100 juta. Keluhan ini menjadi perhatian karena Jouska merupakan perencana keuangan, dan tak diizinkan mengelola dana kliennya secara langsung.

Lihat Juga: Fakta Bukalapak, Unicorn Pertama IPO Di Asia Tenggara

Pembelaan CEO

Aakar Abyasa menampik tudingan bahwa perusahaannya melakukan transaksi saham klien. Ia juga mengatakan tidak pernah bertransaksi jual beli saham atas nama Jouska.

“Semua advisor serta karyawan Jouska tak memiliki akses ke rekening dana nasabah, username, password aplikasi trading saham klien. Hanya 2 pihak yang mempunyai akses ke RDN, username dan password, yaitu klien dan broker saham,” ucapnya.

Aakar juga mengatakan bahwa perusahaannya itu mengantongi 3 izin usaha, yaitu Lembaga pendidikan, manajemen konsultasi serta pengelolaan data.

CEO Resmi Jadi Tersangka

Kasus ini ditangani Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Mabes Polri. Hal ini dikarenakan termasuk dalam ranah sector moneter, di mana pihak-pihak terlapor berada di dalam pengawasan OJK (Otoritas Jasa Keuangan).

Setalah gelar perkara pada 7 September 2021 lalu, CEO Jouska, Aakar Abyasa dan Tias Nugraha Putra ditetapkan sebagai tersangka. Keduanya diduga melakukan tindak pidana penipuan, penggelapan dan pencucian uang. Selain itu mereka diduga melakukan kejahatan pasar modal.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top