News

Cina Ngamuk Karena Kapal “Perang” Laut AS Terobos Laut Cina Selatan

Kapal Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) berlayar di dekat area yang dipersengketakan dan diklaim milik Tiongkok di Laut Cina Selatan. Beijing berjanji akan mengambil tindakan yang diperlukan untuk melindungi kedaulatannya.

Kementerian luar negeri Tiongkok mengatakan, kapal perusak bersenjata rudal USS Hopper datang dari arah 12 mil Pulau Huangyan, yang juga dikenal sebagai Scarborough Shoal dan diklaim milik Filipina.

Ini adalah operasi Angkatan Laut AS yang terbaru. AS berusaha menantang klaim Tiongkok di Laut Cina Selatan.

Dua perwira AS memastikan bahwa USS Hopper telah berlayar dalam jarak 12 mil laut Scarborough Shoal. Dua belas mil laut adalah batas teritorial yang diakui secara internasional.

Pejabat AS mengatakan, patroli itu sesuai dengan hukum internasional dan mereka tidak jalan salah dan tak melanggar hukum internasional. Sebuah kapal perang secara efektif sudah mengetahui laut teritorial.

Militer AS mengatakan, mereka melakukan operasi kebebasan navigasi di seluruh dunia. Termasuk di wilayah yang diklaim oleh sekutu, terpisah dari pertimbangan politik.

Pentagon tidak secara langsung mengomentari, namun mengatakan bahwa operasi semacam itu rutin dilakukan. “Semua operasi dilakukan sesuai dengan hukum internasional dan AS akan terbang, berlayar dan beroperasi di manapun selagi hukum internasional mengizinkan,” kata Juru Bicara Pentagon, Letnan Kolonel Christopher Logan.

Tiongkok mengkritik strategi tersebut, dengan mengatakan Beijing mengupayakan kemitraan global, bukan dominasi global.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Lu Kang mengatakan, kapal perusak AS USS Hopper melanggar kedaulatan dan keamanan Tiongkok. Selain itu juga mengancam keamanan kapal dan personilnya.

Tiongkok, ujar Lu, memerintahkan kapal USS Hopper untuk segera mundur. Tiongkok menentang upaya menggunakan kebebasan navigasi sebagai alasan untuk melukai kedaulatannya.

Kementerian Pertahanan Tiongkok mengatakan, pengiriman kapal perang AS yang berulang ke wilayah tersebut merongrong perdamaian dan stabilitas regional serta melukai hubungan bilateral.

Sedangkan AS mengkritik Tiongkok karena telah membangun pulau dan instalasi militer di Laut Cina Selatan. AS mengatakan, mereka membatasi pergerakan bebas dalam jalur perdagangan global.

Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top