News

Corona Di Kudus Menggila, Ratusan Nakes Terpapar COVID-19

Corona Di Kudus Menggila, Ratusan Nakes Terpapar COVID-19

Ratusn tegasa kesehatan (nakes) di Kudus, Jawa Tengah terpapar COVID-19 hingga membuat beberapa rumah sakit kekurangan nakes. Sejumlah rumah sakit mengaku membutuhkan tenaga kesehatan mengingat kasus virus Corona di Kudus masih meningkat.

“Makin meningkatkan pasien di seluruh RS, RSUD Kudus, Mardi Rahayu, RSI, RS Kumala Siwi ini memang banyak terinfeksi karena Corona. Tenaga kami membutuhkan khusus untuk itu (tenaga kesehatan),” ujar Abdul Aziz Achyar, Direktur RSUD dr Loekmonohadi Kudus, Jumat(4/6/2021).

Menurutnya, rumah sakit di kudus kini membutuhkan cukup banyak tenaga kesehatan. Apalagi kasus penyebaran COVID-19 di Kudus masih meningkat.

Lihat Juga: Alasan Dilarang Hangout Meski Sudah Vaksin Covid-19

Sementara itu, menurut Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kabupaten Kudusm Nasiban, hingga 3 Juni 2021 kemarin sebanyak 358 nakes terpapar COVID-19.

“Daftar nakes yang terkonfirmasi COVID-19 per 3 Juni sebanyak 358 tenaga kesehatan. Terdiri dari 30 dirawat, 307 tenaga kesehatan menjalani isolasi mandiri, dan 21 nakes sembuh,” terang Nasiban seperti dilansir dari laman detikcom, Jumat (4/6/2021).

Pasien Positif Corona Di Kudus Dirujuk Ke Semarang

Sejumlah pasien positif COVID-19 di Kudus dirujuk ke Kota Semarang supaya dapat ditangani. Setidaknya terdapat 66 pasien asal Kudus yang saat ini dirawat di RS KRMT Wongsonegoro Semarang serta tempat isolasi yang berada di Rumah Dinas Wali Kota.

Kadis Kesehatan Kota Semarang, Abdul Hakam menuturkan hampir 37% pasien COVID-19 yang dirawat di Semarang memang berasal dari luar kota. Pasien dari Kudus kini menjadi yang terbanyak dirujuk karena di Kabupaten Kudus sedang mengalami peningkatan kasus.

“Jadi jika hari ini 678 (pasien yang ditangani), artinya 428 dari Kota Semarang, luar kota 250 orang, hampir 37%. Terbanyak Kudus 66 orang, Demak 46 orang, Grobogan 21 orang, Kab. Semarang 18 orang, Kendal 18 orang dan Pati 14 orang,” kata Hakam, Kamis (3/6/2021).

Lihat Juga: Cara Penularan dan Pencegahan Maksimal Virus Corona (Covid-19)

Perlu diketahui, kasus penyebaran virus Corona di Kudus sedang melonjak, ratus tenaga medis terinfeksi bahkan ada yang sampai meninggal dunia. Tinggat keterisian ranjang perawatan juga tinggi bahkan penuh. Pemprov Jawa Tengah telah mengirim bantuan tenaga kesehatan ke Kudus, begitu pula dengan petugas gabungan TNI/Polri untuk mem-back up tenaga medis.

“Kita telah menambah di Kudus, menambah nakes untuk medis 6, nakes ada 10,” ujar Kapolda Jawa Tengah, Irjen Ahmad Luthfi, Jumat (4/6/2021).

Personel Gabungan Dikerahkan

Terkait tingginya penularan virus Corona di Kudus, personel gabungan yang terdiri dari polisi dan TNI pun ikut diterjunkan.

“Jadi seluruh pasukan ikut, seluruh elemen masyarakat ikut, tokoh agama, babinsa, bhabinkamtibnas, lurah, camat dan batalyon. Termasuk Brimob 405 yang seluruhnya kita plotting di seluruh kawasan Kudus dengan harapan ikut mengawasi aktivitas warga kita pulihkan warga Kudus. Targetnya COVID-19 harus hilang,” kata Ahmad Luthfi dalam apel di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus, Jumat (4/6/2021).

Lihat Juga: Pasar dan Mall Ramai Pengunjung, Warga Mulai Cuek Covid-19

Apel tersebut juga dipimpin oleh Pangdam IV Diponegoro Mayjen TNI Rudianto. Lutfhi menuturkan ada 8 water canon yang diterjunkan untuk penyemprotan massal di wilayah Kudus. Ia meminta penyemprotan disinfektan di wilayah Kudus dilakukan tiga hari sekali.

Selain itu, ia juga mengerahkan personel untuk membantu menangani pemakaman. Para personel yang yang diterjunkan pun telah dilatih untuk ikut membantu pemakaman jenazah pasien COVID-19.

To Top