News

Covid-19 Masih Ada, PPKM Level 1 di Seluruh Wilayah RI Diperpanjang hingga 7 November

PPKM Level 1

Pemerintah memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat PPKM Level 1 yang akan berlaku hingga 7 November 2022.

Pemerintah memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat PPKM Level 1 yang akan berlaku hingga 7 November 2022.

“Penetapan level wilayah berpedoman pada indikator transmisi komunitas pada indikator penyesuaian upaya kesehatan masyarakat dan pembatasan sosial dalam penanggulangan pandemi COVID-19 yang ditetapkan oleh Menteri Kesehatan serta pertimbangan kondisi sosial ekonomi masyarakat,” tulis Instruksi Mendagri (Inmendagri) ditandatangani Mendagri Tito Karnavian, Selasa 4 Oktober 2022.

Pemerintah kembali memperpanjang PPKM Level 1 walaupun kondisi COVID-19 selama sebulan terakhir kondisinya terus membaik. Peraturan tersebut tertuang dalam Instruksi Mendagri Nomor 45 Tahun 2022 untuk Jawa Bali, dan Instruksi Mendagri Nomor 46 Tahun 2022 untuk Luar Jawa Bali. Kedua Inmendagri tersebut akan berlaku sampai dengan tanggal 7 November 2022.

Pemberlakuan Inmendagri tersebut secara substansi tidak jauh berbeda dengan pemberlakuan Inmendagri sebelumnya, dimana berdasarkan masukan dari para ahli seluruh daerah di Indonesia berstatus PPKM level 1.

Penyesuaian tidak jauh berbeda tersebut juga karena sebulan terakhir daerah-daerah di Indonesia telah berada dalam status PPKM Level 1 sejak perpanjangan pada Instruksi Mendagri Nomor 42 Tahun 2022 untuk Jawa Bali, dan Instruksi Mendagri Nomor 43 Tahun 2022 untuk Luar Jawa Bali yang berlaku pada September lalu.

PPKM Level 1, Penyaluran bantuan diminta dipercepat

Dalam Inmendagri kali ini, Mendagri Tito Karnavian menekankan gubernur, bupati dan wali kota agar mempercepat proses penyaluran bantuan sosial serta jaring pengaman sosial yang bersumber dari APBD.

Kemudian apabila terdapat kebutuhan tambahan pendanaan untuk penganggaran dan penyaluran bantuan sosial serta jaring pengaman sosial dalam mendukung pelaksanaan PPKM Level 1, maka menurut dia dilakukan rasionalisasi dan atau realokasi anggaran dari program kegiatan yang kurang prioritas pada anggaran bantuan sosial serta jaring pengaman sosial.

Tata cara rasionalisasi dan atau realokasi kebutuhan tambahan pendanaan untuk penganggaran dan penyaluran bantuan sosial jaring pengamanan sosial dalam mendukung pelaksanaan PPKM Level 1 berpedoman pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 20 Tahun 2020 dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 39 Tahun 2020.

Soal percepatan penyaluran dan pelaksanaan BLT-dana desa, bupati wali kota diminta untuk melakukan percepatan evaluasi APBDesa bagi desa yang belum menetapkan peraturan desa mengenai APBDesa pengesahan data KPM oleh pemerintah daerah perekaman pata KPM penerima BLT-DD pada Om-SPAN sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Berikutnya, kepala desa diminta untuk melakukan pendataan dan penetapan KPM dan menindaklanjuti dengan pelaksanaan BLT-DD sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Presiden Jowoki tetapkan kembali PPKM Level 1 solusi untuk peningkatan angka Covid-19

Pandemi Mungkin Berakhir, Tapi Covid-19 Masih Ada

Presiden Joko Widodo atau Jokowi memberi sinyal bahwa pemerintah akan segera mengumumkan pandemi Covid-19 berakhir.

“Pandemi memang mulai mereda, mungkin sebentar lagi akan kita nyatakan pandemi sudah berakhir,” kata dia dalam acara peluncuran Gerakan Kemitraan Eksklusif untuk UMKM Naik Kelas di Gedung SMESCO, Jakarta, Senin, 3 Oktober 2022.

Meski wabah ini kemungkinan segera usai, Jokowi melihat pemulihan ekonomi pasca pandemi memang belum kembali normal. “Tapi justru semakin tidak baik karena selain pandemi ditambah lagi karena ada perang di Ukraina,” kata dia.

Ia kembali mengulang pernyataannya di beberapa acara, bahwa situasi ekonomi dunia saat ini betul-betul pada posisi yang tidak baik-baik saja. “Ketidakpastiannya sangat tinggi, semua negara pada posisi yang sangat sulit sekarang ini, bahkan negara-negara maju pun berada pada posisi sangat sulit,” ujarnya.

Sebelumnya, Jokowi memberikan pernyataan soal kemungkinan pandemi berakhir setelah Presiden Amerika Serikat Joe Biden sudah lebih dulu bersuara. Biden menyatakan bahwa pandemi Covid-19 di negaranya telah berakhir.

Tapi setelah Biden menyampaikan pengumuman itu, Jokowi mengambil sikap berbeda. Ia justru tak ingin ikut-ikut menyatakan pandemi telah berakhir, seperti yang dilakukan Presiden Amerika Serikat itu. Jokowi memilih bergantung pada keputusan Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO).

“Pandemi ini kan terjadi di seluruh negara di dunia, dan yang bisa memberikan statement menyatakan pandemi itu selesai itu adalah WHO,” kata Jokowi saat peresmian Tol Cibitung – Cilincing di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Selasa, 20 September 2022. 

“Kalau untuk indonesia saya kira kita harus hati-hati, tetap harus waspada, tidak usah harus tergesa-gesa, tidak usah harus segera menyatakan bahwa pandemi itu sudah selesai saya kira hati-hati,” kata dia.

Jokowi mengingatkan saat ini masih ada satu dua negara yang mengalami kenaikan kasus Covid-19. “Mulai bangkit naik hati-hati, kehati-hatian itu yang sangat kita perlukan,” ujarnya.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2022 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top