News

Covid-19 Membeludak, Pemerintah Mau Berbuat Apa?

Covid-19 Membeludak, Pemerintah Mau Berbuat Apa?

Akhir-akhir ini, kasus Covid-19 di Indonesia terus menunjukkan tren kenaikan. Terbaru, pada hari Kamis, 24 Juli 2021 penambahan kasus baru Covid-19 di Indonesia mencapai 20.574.

Menyikapi hal itu, pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak tinggal diam. Pemerintah menyadari gelombang kedua pandemi Covid-19 betul-betul tidak terbendung.

“Saat ini kita sedang menghadapi cobaan berat. Dalam waktu singkat, jumlah penderita Covid-19 meningkat sangat pesat. Rumah sakit dan tenaga medis menjadi kewalahan. Gelombang kedua pandemi tak bisa terelakkan,” kata Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko, Kamis (25/6/2021).

Lantas, apa yang akan diperbuat pemerintah untuk mengatasi lonjakan kasus Covid-19 ini? Moeldoko menerangkan pemerintah akan fasilitas kesehatan, memberikan pengobatan terbaik kepada pasien Covid-19 dan mengupayakan satu juta vaksin per hari.

“Untuk itu, pemerintah bergerak sangat sigap dan bertindak cepat. Fasilitas kesehatan terus ditambah, pengobatan terbaik dan target satu juta vaksin per hari terus kita upayakan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Moeldoko memastikan pemerintah akan terus berupaya melakukan testing hingga tracing guna memutus rantai penyebaran Covid-19. Di sisi lain, dia juga meminta seluruh masyarakat ikut serta dalam mencegah penyebaran Covid-19.

“Pemerintah tidak kenal lelah dalam melakukan kegiatan testing, tracing dan juga treatment. Namun demikian, hal ini tidak cukup. Justru yang sangat kuat diinginkan adalah dukungan dari seluruh elemen masyarakat. Kenapa demikian? Agar negeri tercinta segera terbebas dari pandemi yang tidak berkesudahan,” sambungnya.

Pemerintah Ingatkan Pentingnya Protokol Kesehatan

Kepala KSP itu mengingatkan Covid-19 bisa menyerang siapa saja tanpa pandang bulu. Oleh karenanya, dia meminta seluruh masyarakat mematuhi protokol kesehatan guna terhindar dari penularan Covid-19.

“Meningkatnya penyebaran Covid-19 ini tidak pandang bulu dan menyerang siapa saja. Bisa saja menyerang teman kita, tetangga kita, istri kita, suami atau anak-anak kita, bahkan mungkin kita sendiri,” ungkap Moeldoko.

“Untuk itu, saya mengajak kita semuanya untuk meningkatkan kepedulian sosial dengan tetap patuh, disiplin dan menjaga satu sama lain, dengan selalu menjalankan protokol 5M, memakai masker, mencucui tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan membatasi mobilitas atau kegiatan,” tambahnya.

Di sisi lain, Moeldoko juga mengajak masyarakat membantu tetangganya (jika ada) yang terkena Covid-19 dan melakukan isolasi mandiri. Bantuan itu, kata dia, bisa berupa pemberian makanan atau kebutuhan sehari-hari.

“Selain itu, kepedulian juga perlu kita tingkatkan bersama dengan membantu tetangga atau keluarga kita yang sedang melakukan isolasi mandiri. Kita bisa berbagi makanan dan kebutuhan sehari-hari. Sehingga kebutuhan mereka tercukupi selama masa isolasi mandiri. Dukungan kita bahkan sangat berarti bagi mereka agar mereka dapat segera pulih dan semangat,” paparnya.

Mantan Panglima TNI itu menyayangkan masih ada masyarakat yang abai terhadap pandemi Covid-19. Dia meminta masyarakat bersabar menghadapi perubahan hidup akibat Covid-19 ini meskipun hal itu berat.

“Namun demikian, saya saat ini sangat menyayangkan masih ada kelompok masyarakat yang mengabaikan bahaya pandemi ini. Saya bisa memahami pandemi ini membawa perubahan hidup yang cukup berat. Kita hatus rela membatasi aktivitas rutin dengan menjalankan PPKM berskala mikro. Sehingga kita harus menahan diri dari berbagai kegiatan yang mungkin selama ini menjadi kebiasaan kita,” ucap Moeldoko.

Moeldoko, sekali lagi, mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam mencegah penyebaran Covid-19. Dia meyakini kondisi yang menyulitkan ini akan segera tuntas jika semua pihak ikut berpartisipasi aktif.

“Pengorbanan ini tidak akan sia-sia jika kita semua ikut berpartisipasi aktif. Dan, saya yakin jika kita mau penduli dan melakukan bersama-sama, situasi sulit ini akan segera terlewati. Mari kita saling mengingatkan dan menjaga satu sama lain. Ingat! Indonesia (bisa) pulih karena kita semuanya,” ungkap mantan Panglima TNI itu.

To Top