News

Dari AS, AHY Sindir KSP Moeldoko Setelah Kandasnya Gugatan Yusril

Dari AS, AHY Sindir Moeldoko Setelah Kandasnya Gugatan Yusril

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyindir Moeldoko setelah MA (Mahkamah Agung) menolak permohonan gugatan judicial review AD/ART Partai Demokrat yang diajukan mantan kader Partai Demokrat.

Penolakan MA tersebut terkait perkara No 39 P/HUM/2021 atas pemohon Muh Isnaini Widodo dkk melawan Menkumham. AHY mengaku menanggapi putusan MA itu saat berada di Rochester, Amerika Serikat, untuk mendampingi sang ayah, Susilo Bambang Yudhoyono yang tengah dalam pengobatan kanker prostat.

AHY mengetahui putusan tersebut dari Hinca Panjaitan yang merupakan Dewan Kehormatan Partai Demokrat (PD) kemarin sore waktu setempat melalui sambungan telepon.

“Alhamdulillah, pasti kami sangat menyambut bahagia keputusan ini. Keputusan yang sebetulnya telah kami perkirakan mulai awal. Kami percaya bahwa gugatan itu akan ditolak. Sebab gugatannya sangat tak masuk akal,” ujar AHY melalui video yang disiarkan DPP PD, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (10/11/2021).

AHY mengakusudah memprediksi judicial review yang diajukan oleh mantan kader PD dengan dibantu Yusril Ihza Mahendra ke MA itu hanya akal-akalan. Menurutnya hal itu dilakukan untuk merebut Partai Demokrat.

“Judical Review AD/ART Partai Demokrat ini hanya akal-akalan pihak KSP Moledoko, lewat proxy-proxynya yang dibantu pengacara Yusril Ihza Mahendra. Tujuannya sangat jelas, melakukan pengambilalihan kepemimpinan PD yang sah dan diakui pemerintah,” ucapnya.

Lihat Juga: Partai Demokrat Ke MA Antar Permohonan Gugatan AD/ART Kubu Moeldoko

AHY mengibaratkan PD layaknya properti, menurutnya Moeldoko tak mempunyai sertifikat yang sah atas kepemilikan properti tersebut.

“Padahal, kalau kita analogikan PD ini seperti aset properti, maka sertifikat yang sah serta diakui pemerintah hanya satu. Yaitu yang saat ini saya miliki dan saya pegang mandatnya sampai 2025,” kata dia.

“Tak pernah KSP Moeldoko mendapat sertifikat dari pemerintah atas kepemilikan properti tersebut. Sehingga tak ada hak apa pun untuk KSP Moeldoko atas PD. Sekali lagi saya tekankan, tak ada hak KSP Moeldoko mengganggu rumah tangga PD,” sambungnya.

AHY menyebut pihaknya sudah sejak awal mengendus niat Moeldoko. Ia menuturkan Moeldoko meyakinkan kadernya bahwa MA akan mengabulkan permohonan mereka karena kekuasaan yang ia miliki.

“Mulai awal juga kami sudah mencium gelagat pihak KSP Moeldoko yang suka ‘memamerkan’ kekuasaannya, dengan jabatannya sebagai Kepala Staf Presiden (KSP). Saya dapat laporan kalau setelah beberapa kali di-briefing KSP Moeldoko di rumahnya, para penggugat sangat percaya kalau faktor kekuasaan akan sukses memenangkan permainannya, dan gugatan bakal diterima oleh MA,” tuturnya.

Ia juga menyinggung soal pamer kekuasaan oleh Moeldoko yang sebenarnya mencoreng nama Presiden Joko Widodo. Bukan itu saja, Moeldoko juga dinilai sudah melanggar etika politik, moral serta merendahkan supremasi hukum Indonesia.

“Hasutan serta pamer kekuasaan seperti ini tak hanya mencoreng nama baik Bapak Presiden, sebagai atasan langsung beliau. Namun juga melanggar etika politik, moral dan merendahkan supremasi hukum RI. Lebih dari itu, juga menabrak kehormatan serta etika keprajuritan,” tambahnya.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Copyright © 2022 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top