News

Demi Kursi Wakil Gubernur Papua, “Utusan Jokowi” Disebut Lobi Lukas Enembe

Utusan Jokowi Disebut Lobi Posisi Wakil Gubernur Papua

Posisi Wakil Gubernur Papua mendadak jadi sorotan setelah isu “utusan Jokowi” melobi Gubernur Papua Lukas Enembe. Kursi yang sebelumnya diduduki Klemen Tinal itu kosong setelah politikus Golkar tersebut meninggal dunia.

Politikus Golkar itu meninggal karena serangan jantung pada 21 Mei 2021 lalu. Akhirnya, posisi Wakil Gubernur Papua pun kosong hingga hari ini karena tidak ada sosok pengganti yang disepakati pemerintah dan DPR Papua.

Baru-baru ini, Ketua Bappilu Demokrat Andi Arief, mengungkap ada “utusa Jokowi” yang mendatangi Lukas untuk mendapatkan kursi tersebut.

Andi mengungkap hal ini setelah Lukas Enembe dijadikan sebagai tersangka korupsi oleh KPK. Dia mengaitkan kasus tersebut dengan lobi posisi Wakil Gubernur Papua.

“Tapi kami juga tahu betul bahwa sebelum men TSK kan Pak LE utusan Presiden menemui demokrat agar kekosongan wagub diisi orang Jokowi,” tulis Andi di akun Twitter @Andiarief_, Jumat (23/9/2022).

Siapa Utusan Jokowi yang Lobi Posisi Wakil Gubernur Papua?

Kuasa hukum Lukas Enembe, Stefanus Roy Rening menyebutkan beberapa nama yang melobi kursi Wagub Papua ke kliennya.

Ia menyebut Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meminta agar mantan Kapolda Papua, Paulus Waterpauw, ditempatkan di kursi Wagub Papua.

Stefanus mengatakan hal ini terjadi pada 10 Desember 2021 lalu. Kala itu, Tito bertemu dengan Lukas di Abepura.

“Beliau (Tito) secara langsung kepada Gubernur (Lukas) waktu itu di Suni Abepura tanggal 10 Desember 2021 meminta agar Pak Gubernur menerima usulan mereka supaya dicalonkan dengan, dipaketkan, menerima Paulus Waterpauw sebagai wakil gubernur,” kata Stefanus seperti dikutip dari laman CNNIndonesia, Jumat (23/9/2022).

Lihat Juga: Lukas Enembe Jadi Tersangka KPK, Situasi Papua Memanas

Kata Stefanus, Tito tidak datang sendiri. Eks Kapolri itu didampingi oleh Menteri Investasi Bahlil Lahadalia.

Menurutnya, Lukas mempersilahkan kedua Menteri itu untuk berbicara dengan partai pendukung. Tetapi, Sembilan partai pendukung tersebut tak setuju Paulus menjadi Wakil Gubernur Papua.

“Pak Tito karena kepentingannya tidak tercapai, dia kasih kosong wakil gubernur. Kenapa? Karena calonnya yang disiapkan tidak mendapat dukungan parpol,” ucapnya.

Saat ini, Paulus menjadi Penjabat (Pj) Gubernur Papua Barat setelah dilantik oleh Tito Karnavian beberapa bulan lalu.

Stefanus pun menilai penetapan Lukas sebagai tersangka tidak lepas dari posisi Wakil Gubernur Papua. Dia menuduh Tito dan Ketua Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan berperan dalam hal ini.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Copyright © 2022 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top